Tahun Depan Pemerintah Masih Ambil Utang Demi Tutup Defisit APBN

0
435

Jakarta, Nawacita – Pemerintah melaporkan bahwa desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di 2019 masih defisit. Di mana, pendapatan lebih kecil dari anggaran pengeluaran atau belanja.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara saat rapat panja pemerintah dengan Banggar DPR.

Dengan desain APBN yang masih defisit, itu artinya pemerintah masih bergantung dengan utang sebagai konsekuensi menutup rentang antara pendapatan dengan pengeluaran.

“Pada 2019, APBN masih akan kami desain sebagai APBN yang sifatnya ekspansif, artinya pengeluaran akan masih lebih tinggi dari penerimaan. Oleh karena itu ada defisit,” kata Suahasil di ruang rapat Banggar DPR, Jakarta, Selasa (3/8/2018).

Meski masih defisit, Suahasil mengatakan angka defisit pada 2019 dipastikan lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia bilang, defisit anggaran pada tahun depan 1,6-1,9% terhadap PDB.

“Defisitnya akan kami turunkan, defisit 2015 2,59% dari PDB, 2016 2,49%, 2017 masih 2,51%, 2018 ini sepertinya defisitnya 2,19%, dan tahun depan kami akan teruskan sehingga defisit di RAPBN 2019 1,6-1,9% dari PDB,” tambah dia.

Suahasil menegaskan, dengan angka defisit anggaran sebesar 1,6-1,9% terhadap PDB. Maka pemerintah tetap menjaga rasio utang di bawah 30% dari PDB.

“Kita akan di sekitar 29% dari PDB, ini agar primary balance kita positif, kalau positif, kita punya uang lebih setelah membayar pembiayaan operasional. ini terkait defisit,” jelas dia.

Terkait dengan strategi pembiayaan di tahun depan, Suahasil mengungkapkan masih mendorong pembiayaan yang sifatnya kreatif, inovatif agar pembangunan infrastruktur bisa diteruskan dan memperluas akses kepada UMKM, serta pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Untuk pembiayaan ini kami tetap akan melihat, memanfaatkan pembiayaan untuk produktif, jaga keseimbangan makro, tetap kita penuhi seluruh kewajiban negara dalam organisasi lembaga internasional, namun kami akan perkuat peranan sovereign wealth fund yang saat ini ada LPDP,” tutup dia.

detk

LEAVE A REPLY