Bertemu Menlu Timor-Leste, Menlu Retno Bahas Perkembangan Negosiasi dan Pembangunan Wilayah Perbatasan

0
354

Jakarta,Nawacita.co – Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, menerima kunjungan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Republik Demokratik Timor-Leste, Prof. Dr. Aurelio Sergio Guterres, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, pagi ini (31/1).

Kedua menteri membahas sejumlah isu yang menjadi perhatian kedua negara, seperti perundingan perbatasan, konektivitas, pembangunan wilayah perbatasan, serta kerja sama teknik dan pendidikan.

Terkait isu perbatasan, kedua menteri sepakat untuk menyelesaikan negosiasi dua batas darat yang belum selesai. Menlu Retno menyebutkan bahwa Pemerintah Indonesia memberikan perhatian terhadap pembangunn di wilayah perbatasan, termasuk antara Indonesia dan Timor-Leste.

Indonesia dan Timor Leste sepakat untuk membangun jalan dan jembatan yang akan meningkatkan arus orang dan barang. Hal ini akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di perbatasan kedua negara. Selain itu, konektivitas udara juga diperkuat dengan kerja sama penerbangan dari Kupang, NTT, ke Dili oleh maskapai Air Timor dan Transnusa.

Pemerintah Timor-Leste mempercayakan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur strategis kepada perusahaan konstruksi asal Indonesia. Sebaliknya, Indonesia berkomitmen untuk mendukung pembangunan Timor-Leste melalui berbagai program pengembangan kapasitas.

Pertemuan Menlu Retno dan Menteri Guterres merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Guterres ke Jakarta pada 30 Januari – 1 Februari 2018.

Sejak dibukanya hubungan diplomatik pada tanggal 2 Juli 2002, hubungan bilateral Indonesia – Timor-Leste telah berkembang pesat dan semakin matang, semakin erat, dengan visi jauh ke depan. Kedekatan dua negara bersahabat ditunjukkan dari intensitas pertemuan kedua Menlu. Pertemuan kali ini merupakan pertemuan ketiga sejak Menteri Guterres dilantik bulan September 2017.

Kedua Negara telah mengembangkan kerja sama dalam berbagai bidang seperti ekonomi dan investasi, perdagangan, kesehatan, pertanian dan sosial budaya serta saling memberikan dukungan dalam berbagai forum internasional. Proses rekonsiliasi Indonesia dan Timor-Leste juga telah menjadi pembelajaran positif bagi masyarakat internasional.

(Infomed)

LEAVE A REPLY