JK Sebut Khofifah Diganti Agar Konsentrasi di Pilgub Jatim

0
446
Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Nawacita – Jusuf Kalla Wapres mengatakan, tidak ada perlakuan khusus antara Khofifah mantan Mensos dengan Airlangga Hartarto Menteri Perindustrian.

Hartarto Ketua Umum Partai Golkar dipertahankan di kabinet karena faktor kebutuhan dan situasional. Sedangkan Khofifah langsung diberhentikan oleh presiden karena ingin meninggalkan kabinet untuk ikut Pilgub Jatim.

Airlangga menjadi menteri perindustrian sebelum terpilih menjadi ketua umum Golkar.

“Tugasnya pun tetap di Jalarta sehingga ngurus partai bisa dilakukan pada malam hari. Lagi pula pengurus partai yang harus selalu siap di kantor itu Sekjen, bukan ketua umumnya,” kata Jk di Jakarta Rabu (23/1/2018) malam.

Pertimbangan lain Presiden mempertahakan Airlangga karena masa bakti di kabinet tinggal 1,5 tahun. Repot kalau dalam waktu pendek digantikan orang lain.

Kasusnya berbeda dengan Khofifah, jabatan Mensos tidak bisa dirangkap dengan statusnya sebagi calon gubernur Jatim. Khofifah pasti lebih banyak menghabiskan energi dan pikirannya di Jawa Timur.

Dengan pertimbangan itu presiden menggunakan hak prerogatifnya untuk memberhentikan Khofifah.

Menurut Kalla, ini solusi yang baik, Khofifah bisa konsentrasi di Pilgub Jatim, kegiatan di Kemensos yang cukup berat tidak terganggu. “Itu saja persoalannya, tidak ada diskriminasi, seperti yang disampaikan pendukung Khofifah,” kata Kalla.

Tim pemenangan Khofifah menginginkan pemberhentian Khofifah dilakukan setelah Pilgub Jatim diketahui hasilnya. Untuk sementara Khofifah cukup diberi cuti di luar tanggungan negara. Tapi presiden memberhentikan Khofifah dari kabinet lebih cepat.

Di Pilgub Jatim 2018, Khofifah berpasangan dengan Emil Dardak akan menghadapi pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

ssby

LEAVE A REPLY