Komentar La Nyalla Saat Diberi Deadline Terakhir dari Gerindra

0
325
Banner La Nyalla dan Prabowo Terus Bertebaran di Surabaya dan Kota-kota di Jawa Timur
Banner La Nyalla dan Prabowo Terus Bertebaran di Surabaya dan Kota-kota di Jawa Timur

Surabaya, Nawacita – DPP Partai Gerindra memberikan surat tugas bakal calon Gubernur Jawa Timur di Pemilihan Gubernur Jatim 2018. Dalam surat itu, La Nyalla diberikan deadline hingga 20 Desember, agar dapat memenuhi persyaratannya supaya bisa maju di Pilgub Jatim.

“Kemarin saya sudah bertemu dengan Sekjen (DPP Partai Gerindra). Dan sudah saya jelaskan semuanya, ini, itu,” kata La Nyalla M Mattalitti saat dihubungi detikcom, Rabu (20/12/2017).

DPP Gerindra mengeluarkan surat tugas nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 tertanggal 10 Desember 2017 itu ditandatangani Ketua Umum Prabowo Subianto.

Dalam surat tugas itu, di antaranya berisikan pesan-pesan untuk La Nyalla. Melalui surat tersebut, La Nyalla diminta memastikan dukungan dari partai lain untuk melengkapai persyaratan pencalonan. Melalui surat tugas ini, La Nyalla juga diminta menyiapkan kelengkapan pemenangan.

Apabila sampai 20 Desember 2017 La Nyalla tidak mampu memenuhi persyaratan tersebut, maka surat tugas ini otomatis tidak berlaku.

“Saya sudah menyampaikan semuanya ( ke Sekjen DPP Gerindra). Saya juga sudah sampaikan, saya belum tahu bagaimana sikap dari PAN,” ujarnya.

Dalam beberapa minggu terakhir ini, La Nyalla di Jakarta untuk terus bergerilya mencari dukungan dari partai lain, agar pencalonannya sebagai calon Gubernur Jatim di Pilgub Jatim 2018 dapat terpenuhi.

Komunikasi dengan PAN juga terus dilakukan. Bahkan, La Nyalla, ingin bertemua dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Namun, sampai siang ini pertemuan itu belum terlaksana.

“Saya berusaha semaksimal mungkin menemu Ketua Umum PAN. Tapi seperti masih sibuk,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini mengingatkan sikap PAN yakni, agar tetap berkoalisi dengan Partai Gerindra.

“Kita ketahui, Pak Zul sering mengatakan bahwa PAN akan mendukung Khofifah. Kalau memang keinginannya seperti itu, berarti PAN tidak mau menjadi partai yang besar di Jawa Timur,” tuturnya.

Ia mengatakan, seharusnya PAN bersama Gerindra harus mengajukan calon gubernur dan wakil gubernur sendiri di Jawa Timur, untuk menuju kedua partai tersebut menjadi besar.

“Kalau PAN mau besar di Jawa Timur, harus maju sendiri. Kalau PAN mau maku di Jawa Timur, harus punya gubernur sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, Pilgub Jatim 2018 ini adalah kesempatan PAN bersama Gerindra untuk membesarkan partainya masing-masing di Jawa Timur.

“PAN punya kesempatan (mengusung paslon sendiri dengan berkoalisi bersama Gerindra), kok tidak mau digunakan. Logikanya, PAN harus bergandengan dengan Gerindra. Ayo kita besarkan bersama-sama. Saya sebagai kader Gerindra akan membesarkan Gerindra di Jawa Timur. PAN juga punya kader sendiri (cawagub), juga punya kesempatan untuk membesarkan di Jawa Timur,” jelasnya.

La Nyalla menegaskan, meski sekarang tanggal 20 Desember, dirinya tetap berusaha semaksimal mungkin, agar dapat mengikuti ajang di Pilgub Jatim dan bersaing dengan porosnya Gus Ipul maupun porosnya Khofifah.

“Saya punya prinsip. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Saya tidak akan berhenti, sampai mandek jegrek. Biar rakyat Jawa Timur tahu kelakuannya partai seperti apa,” ujarnya.

Dia juga tidak mau pusing dengan surat tugas dari DPP Gerindra, yang memberikan batas waktu sampai 20 Desember.

“Saya nggak mau ambil pusing batas waktunya. Saya nggak akan berhenti, dan saya terus berusaha sampai benar-benar dapat maju. Kita lihat saja nanti,” tandasnya.

dtk

LEAVE A REPLY