BBI Selesaikan Mesin Boiler Pesanan Wika Senilai Rp 10 Miliar

0
354
Kiri ke kanan: Agus Hariyanto, Project Manager DIP PT Wijaya Karya Tbk, Sugeng Widodo Site Manager Sei Mankei Project, Rahman Sadikin Dirut PT Boma Bisma Indra saat pelepasan produk perdana "De Bromo Boiler Indonesia" di Pasuruan, Jawa Timur.

Pasuruan,Nawacita.co – PT Boma Bisma Indra (BBI) mewujudkan tekadnya agar tak sekedar menjadi tukang jahit atas produk mesin ketel uap atau boiler yang dihasilkan selama ini. Untuk itu, BUMN ini melakukan terobosan dengan memproduksi boiler dengan lisensi sendiri dan diberi nama De Boiler Bromo Indonesia.

Mengawali produksi perdana boiler tersebut, BBI melayani pesanan PT Wijaya Karya Tbk (Wika) sebanyak 2 unit berkapasitas 20 ton per jam seharga Rp 10 miliar. Dua pesanan yang mulai dikerjakan awal Januari 2017 itu kini sudah selesai dikerjakan.

Direktur Utama BBI, Rahman Sadikin, mengatakan, Wika memesan dua unit boiler untuk memenuhi pesanan perusahaan minyak goreng, PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha baru PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III di Kawasan Industri Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

“Dua unit boiler pesanan Wika itu sudah selesai dikerjakan dan siap dikirim ke Sei Mangkei,” kata Rahman usai acara pelepasan produk perdana boiler di pabrik BBI, Pasuruan, Kamis (17/8).

Pengalaman BBI dalam memproduksi boiler, kata Rahman, sebetulnya sudah teruji tahun 60-an dengan produk boiler yang sudah melegenda De Bromo dan banyak digunakan dalam industri pabrik gula di tanah air sampai sekarang. Namun, lanjut dia, produk saat itu belum menggunakan lisensi BBI.

“Sedang produk boiler yang terbaru ini menggunakan lisensi sendiri dengan kandungan lokal mencapai 97 persen yang akan digunakan untuk industri,” jelas Rahman.

Menurutnya, jalinan kerja sama BBI dengan Wika diharapkan akan terus berlanjut. “Kita sepakat meningkatkan kerja sama dengan Wika untuk pengembangan pasar De Bromo Boiler Indonesia. Untk kedepan akan dilakukan pemasaran boiler ini bersama Wika,” tambahnya.

Sementara itu, Project Manager DIP Wika, Agus Hariyanto, menyatakan, banyak peluang yang bisa diraih BBI dengan produk boiler barunya, terutama terkait dengan rencana revitalisasi industri gula di tanah air. Salah satunya adalah pengadaan boiler pabrik gula (PG) Pendeng, Jawa Tengah.

“Kita memberi peluang BBI untuk mengerjakan boiler bagi pabrik gula Pendeng tersebut,” kata Agus.

beritasatu

LEAVE A REPLY