Siswa Muslim di Purwakarta Bantu Membersihkan Gereja Menjelang Natal

0
418
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi bersama pelajar saat membersihkan kaca jendela Gereja Bethel Tabernakel Jalan Hidayat Martalogawa, Kelurahan Nagri Tengah Purwakarta, Kamis (22/12/2016)

PURWAKARTA,NAWACITA – Kinanti, Rohandi, Bobby, Nisa, dan Aji, terlihat sibuk. Lima siswa SMPN 1 Purwakarta tersebut menyapu dan memasukkan sampah pada kantong sampah di Gereja Bethel Tabernakel, Jalan Hidayat Martalogawa No 20, Purwakarta.

Mereka tidak hanya berlima. Setidaknya lebih dari 50 siswa berkumpul di gereja tersebut sejak pukul 06.30 WIB. Mereka secara sukarela datang ketika guru mengumumkan akan membantu membersihkan gereja untuk persiapan Natal.

“Kami kumpul dulu di sekolah jam 06.15-an, terus ke sini jalan kaki. Gereja dekat dengan sekolah, jalan kaki 10 menit nyampe,” Kamis (22/12/2016).

Nisa mengatakan, puluhan siswa yang ikut bersih-bersih mayoritas muslim. Mereka ikut membantu membersihkan gereja sebagai bentuk toleransi beragama.

“Seru. Ini kepuasan tersendiri buat saya dan teman-teman lainnya. Biasanya hanya membersihkan masjid, sekarang ikut membantu membersihkan gereja. Ini pengalaman baru buat kami,” tutur Nisa.

Bobby Mahesa Nur Hilal merasakan hal yang sama. Selama ini, ia sering melihat gereja. Namun baru kali ini datang ke gereja dan membantu membersihkannya.

“Senang bisa bantuin. Gak ada yang aneh, karena sering lihat gereja walaupun tidak pernah masuk. Teman nonmuslim juga lumayan banyak,” ucap Bobby.

Ia mengaku senang memiliki teman berbeda keyakinan. Karena ia bisa bertukar pendapat, sharing, hingga tahu ini dan itu. Saking semangatnya membantu, ia dan teman-temannya tidak peduli pergi pagi buta dari rumah.

“Saya pergi jam 5.30 WIB kurang. Ada juga teman yang pergi jam 5 kurang,” tuturnya.

Pendeta Gereja Bethel Tabernakel, Matius Suhardi mengaku bahagia dengan datangnya siswa-siswa muslim dari SMPN 1 Purwakarta. Hal ini makin mengokohkan toleransi Purwakarta yang sudah lama terbangun.

“Saya tinggal di sini dari tahun 1965 di lingkungan yang mayoritas muslim. Luar biasa di sini, warganya baik semua, seperti saudara. Terima kasih Pak Bupati, mengizinkan gereja kami berdiri di sini,” terangnya.

Selain Gereja Bethel Tabernakel, kegiatan serupa dilakukan di Gereja Yos Sudarso dan lima gereja lainnya.

“Ada tujuh gereja di Purwakarta. Jadi kegiatan ini dilakukan di tujuh sekolah yang lokasinya berdekatan dengan gereja,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Kegiatan ini dilakukan karena kebetulan sudah tidak ada lagi pelajaran formal di sekolah dan siswa memiliki waktu luang.

“Lewat kegiatan ini siswa diajarkan kebersihan, saling menghormati, membangun empati, dan menumbuhkan toleransi,” tutupnya.

SUMBER : KOMPAS

LEAVE A REPLY