Sebut 3 Tantangan Besar Indonesia, Jokowi: Korupsi, Birokrasi, Daya Saing

0
405

JAKARTA,Nawacita- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa bangsa Indonesia saat ini masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan itu ia paparkan dalam tiga garis besar.

Hal itu ia sampaikan saat memberi sambutan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Kantor DPP Hanura, Jl Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (21/12/2016).

“Masih banyak tantangan yang harus kita selesaikan, tiga tantangan besar yang harus diselesaikan. Pertama urusan korupsi, kedua yang berkaitan inefisiensi birokrasi, ketiga yang berkaitan daya saing kita dengan negara-negara lain. Kompetisi antarnegara makin sengit. Inilah yang harus kita siapkan,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menjelaskan soal pembangunan di daerah terpinggir yang tengah gencar dilakukan di masa pemerintahannya, mulai dari desa hingga daerah perbatasan. Ia bercerita saat dirinya berkunjung ke dua daerah perbatasan yakni Entikong dan Motaain yang dinilai masih tertinggal.

“Masalah pembangunan dari pinggiran, pembangunan dari desa, pembangunan dari perbatasan. Saya ingat setelah dilantik tiga bulan setelah itu saya ke Entikong, perbatasan dengan Malaysia. Saya ke Motaain, perbatasan dengan Timor Leste. Apa yang saya lihat? Di sana gedung bagus dan tinggi dengan di kita, maaf, sama kelurahan saja lebih bagus kelurahan,” ungkap Jokowi.

“Saya sampaikan ke Menteri PU (Pekerja Umum), gimana gedung seperti kandang ini mau diteruskan? Saya minta, saya beri waktu seminggu ini diruntuhkan ini runtuhkan dan saya beri waktu dua tahun agar ini diselesaikan,” imbuhnya.

Selain masalah pembangunan, Jokowi menekankan soal ekonomi di Indonesia yang harus merata di seluruh daerah. Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, pemerataan tersebut masih dinilai kurang dirasakan di daerah-daerah.

“Karena problem kita, problem negara kita pertumbuhan ekonominya baik diatas 5 persen. Tetapi pertanyaan saya, pemerataannya seperti apa? Problem-nya adalah pemerataan di Indonesia barat, Indonesia tengah dan Indonesia timur. Gap-nya terlalu jauh. Ini yang akan kita terus kerjakan,” paparnya.

Salah satu cara untuk pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia, disebut Jokowi yakni melalui Dana Desa yang anggarannya bakal ditingkatkan pada tahun depan.

“Kenapa dana desa tahun lalu Rp 20,5 triliun, tahun ini Rp 47 triliuin, tahun depan Rp 60 triliun, tahun depannya lagi saya minta Rp 120 triliun. Tapi baru dihitung-hitung duitnya cukup atau enggak. Tapi apapun jangan sampai desa kita tinggalkan. Baik irigasinya, baik jalan desanya, baik perpustakaan desanya, baik angkutan umum yang ada di desa-desa,” ucapnya.

Sumber : detik

LEAVE A REPLY