Khofifah Siap Memberikan Bantuan logistik Dan Penanganan cepat Terhadap korban Gempa Aceh

0
471
Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial

Aceh,NAWACITA – Kementerian Sosial turut mengerahkan relawan taruna siaga bencana dan membuka dapur umum menyusul bencana gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter yang mengguncang wilayah Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Rabu, 7 Desember 2016
.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, apabila dalam kondisi darurat, bupati atau wali kota dapat mengeluarkan SK darurat sehingga dapat dikeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga 100 ton, dan gubernur dapat mengeluarkan hingga 200 ton. Selebihnya jika CBP tersebut telah digunakan, maka di atas 200 ton dapat dikeluarkan oleh Mensos.

“Pemerintah Daerah menjadi komandan untuk penanganan bencana. Sementara Kementerian Sosial mendukung dengan penyiapan logistik jika kondisi sudah darurat dan tidak lagi mampu ditangani daerah,” kata Ibu Mentri sosial Khofifa

Direktur Penanggulangan Bencana Kemensos Adi Karyono mengatakan, pembentukan dapur umum sangat penting karena para korban gempa di Aceh belum bisa melakukan aktivitas memasak. Untuk satu dapur umum bisa menyediakan hingga 750 porsi makanan.

Selain menyediakan kebutuhan logistik, Kemensos sesuai regulasi juga memberi santunan kematian sebesar Rp15 juta per orang bagi korban meninggal dunia. Sementara, korban luka maksimum Rp5 juta per orang.
“Nanti kami lihat data terakhir dulu. Yang jelas Kementerian Sosial telah menyiapkan segala sesuatunya. Saat ini kita fokus pada upaya tanggap darurat, menyisir korban dan penanganannya,” kata Adi.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan 6,5 pada Skala Richter mengguncang wilayah Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, dan sekitarnya pada Rabu, pagi ini. Gempa yang terjadi subuh sekitar pukul 05.03 WIB tersebut telah menyebabkan kerusakan parah di Kabupaten Pidie Jaya

SUMBER : SANTRINEWS

LEAVE A REPLY