Empat Bank BUMN Dapat Proyek Salurkan PKH ke 3 Juta Penduduk

0
542

Jakarta, nawacita – Kementerian Sosial menargetkan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 6 juta penduduk pada tahun depan. Separuh PKH akan disalurkan secara nontunai menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera bagi 3 juta penduduk melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parwansa menuturkan, perubahan mekanisme penyaluran PKH ini sudah tujuh kali diujicoba mulai tahun ini. Tujuannya untuk meningkatkan akses keluarga miskin terhadap pelayanan keuangan inklusif, sekaligus menghilangkan penyalahgunaan bantuan, meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan penyaluran dana bansos PKH.

Dia mengatakan, sebanyak 74 kabupaten kota akan menjadi proyek percontohan penyerahan bantuan sosial Program Keluarga Harapan dari tunai menjadi nontunai. Tahun ini Khofifah mengatakan, pemerintah menargetkan penerima bantuan nontunai PKH mencapai 612 ribu penduduk.

“Tahun depan kami target penyaluran bantuan PKH ke 6 juta penduduk, dari 6 juta itu kami harapkan 3 jutanya bisa disalurkan secara non tunai,” ujar Khofifah dalam acara penyaluran bantuan non tunai di Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (18/8).

Penyaluran ini nantinya akan melibatkan sistem pelayanan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk.

Ujicoba penyaluran bantuan sosial ini akan terkoneksi dengan Layanan Keuangan Digital (LKD) Himbara, yang sampai Juni 2016 mencapai 114.154 Agen LKD di seluruh Indonesia.

“Kami menyambut baik, apalagi salah satu bank BUMN sudah ada yang punya satelit sehingga bisa membantu masyarakat yang ada dipelosok dan di ujung gununh yang tidak bisa diakses,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardjojo.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad berharap penyaluran PKH secara nontunai ini bisa menjadi proyek percontohan yang diterapkan di seluruh Tanah Air. Namun, ia berharap pemberian bantuan tidak hanya sebatas penyaluran uang semata tetapi juga dilanjutkan dengan program pemberdayaan.

“Warung atau koperasi yang menjadi agen penyalur juga harus bisa betul memberdayakan sehingga bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” ujar Muliaman.

sumber : cnnindonesia.com

LEAVE A REPLY