DPD RI Kritik Sistem Bayar Jalan Tol

0
523

SURABAYA, Nawacita – Sumber horor kemacetan panjang yang terjadi di setiap gerbang tol di Indonesia terjadi karena sistem pembayaran transaksi manual. karena itu Jasa marga dan badan pengelola jalan tol (BPJT) harus merubah ke sistem digital seperti negara-negara maju.
Demikian disampaikan H Ahmad Nawardi, Wakil Ketua Komite ll DPD RI, kepada wartawan di Surabaya, minggu (10/7).
Senator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur ini mencontohkan gerbang tol Cikarang, selalu dipenuhi kendaraan yang mengular sampai puluhan kilometer pada jam jam padat terutama musim mudik lebaran maupun liburan tahun baru.

Bahkan hari-hari libur sabtu dan minggu pun gerbang tol keluar masuk menuju Jakarta ini tak pernah sepi dari kemacetan panjang. “Apalagi kalau lagi mudik dan arus balik. seperti menuju gerbang neraka” ucapnya.

Mantan wartawan Tempo ini tidak bisa membayangkan kemacetan panjang berhari hari yang terjadi di exit tol brebes timur (brexit), yang telah menelah belasan korban jiwa. “Kemacetan ini karena sistem pembayaran transaksi tol manual dan tradisional,” katanya.

Transaksi di jalan tol seperti di Indonesia ini sudah ditinggal oleh negara negara maju. misalnya di Singapura dan Malaysia di Asean, di Eropa dan negara-negara barat juga sama. Mereka sudah menggubakan ke sistem digital yang lebih canggih dan tidak merepotkan.
” Mobil yang melintas tidak harus berhenti atau melambatkan laju kendaraan”, ungkap Ketua Pengprov KKI (Kushin Ryo M Karate-Do Indonesia) Jatim ini.

Karena itu, Nawardi mendesak Jasa Marga dan BPJT merubah sistem transaksi manual ke transaksi digital atau elektronik. sehingga tidak ada lagi penumpukan dan kemacetan kendaraan menjelang pintu gerbang tol.

LEAVE A REPLY