Banten Jadi Rujukan Timor Leste Bangun Infrastruktur Jalan Strategis
Banten, Nawacita – Pengalaman Provinsi Banten dalam pembangunan infrastruktur menarik perhatian Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste. Sebanyak 22 personel Project Management Unit (PMU) Highway Suai–Natarbora akan menjalani pelatihan selama hampir satu bulan di Banten untuk memperkuat kapasitas pembangunan proyek jalan strategis di negaranya.
Komitmen kerja sama tersebut mengemuka saat Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan delegasi Republik Demokratik Timor Leste yang dipimpin Wakil Duta Besar Domingus Savio bersama Delegasi PMU Highway Suai–Natarbora Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Republik Demokratik Timor Leste di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.
Program peningkatan kapasitas itu akan berlangsung pada 2–27 Juli 2026 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten. Selama pelatihan, peserta akan mempelajari teknik pembangunan jalan dan jembatan, pengujian material konstruksi, hingga tata kelola administrasi proyek.
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Timor Leste yang menjadikan Banten sebagai lokasi pembelajaran dalam pengembangan sumber daya manusia sektor infrastruktur.
Menurutnya, delegasi PMU ingin memperdalam pengetahuan mengenai manajemen pembangunan jalan, termasuk proses pembangunan jalan tol dan pengelolaan proyek infrastruktur secara menyeluruh.
“Tim PMU, berencana melakukan pembangunan jalan Tol di salah satu lokasi di Republik Demokratik Timur Leste,” ujar Andra Soni.
Ia menilai pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat daya saing, serta membuka akses menuju pusat-pusat pertumbuhan baru.
Andra menjelaskan proyek Highway Suai–Natarbora merupakan salah satu infrastruktur strategis yang akan mendukung pengembangan kawasan ekonomi di pesisir selatan Timor Leste, termasuk kawasan industri energi, logistik, serta konektivitas nasional.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi sarana bertukar pengalaman, tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga membangun budaya kualitas agar infrastruktur yang dihasilkan tangguh, aman, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menegaskan Pemerintah Provinsi Banten terus membuka peluang kerja sama internasional yang berorientasi pada pembangunan, investasi, pengembangan industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Koordinator PMU Highway Suai–Natarbora, Miguel Marques De Jesus Monteiro, mengatakan Banten dipilih karena dinilai memiliki pengalaman pembangunan yang relevan dengan kebutuhan Timor Leste.
“Banten merupakan provinsi yang berkembang dari awal sejak berdiri tahun 2000. Pengalaman itu menjadi referensi yang baik bagi kami dalam membangun dan mengelola proyek infrastruktur di Timor Leste,” ujarnya.
Menurut Miguel, selama pelatihan peserta akan dibagi ke dalam dua kelompok, yakni bidang teknik dan manajemen proyek. Materi yang diberikan meliputi pembangunan jalan dan jembatan, pengujian material konstruksi, sistem pengendalian mutu, hingga administrasi proyek seperti pengarsipan, pengelolaan fasilitas, dan tata kelola manajemen proyek.
Pemerintah Timor Leste berharap peningkatan kompetensi tersebut mampu memperkuat kapasitas PMU dalam mendukung pembangunan Highway Suai–Natarbora sehingga menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.


