Saturday, June 20, 2026

Saat Kota Mendadak Gelap: Keluh Kesah Warga Surabaya Saat Lampu Padam

Saat Kota Mendadak Gelap: Keluh Kesah Warga Surabaya Saat Lampu Padam

SURABAYA, Nawacita – Suara kipas yang mendadak berhenti, layar ponsel yang tak lagi bisa diisi daya, hingga jalanan yang berubah gelap saat malam hari. Itulah situasi yang dirasakan sebagian warga Surabaya ketika pemadaman listrik terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Bagi sebagian orang, mati lampu mungkin hanya gangguan sementara. Namun bagi warga Kota Pahlawan yang aktivitasnya sangat bergantung pada listrik, pemadaman beberapa jam saja mampu mengubah ritme kehidupan sehari-hari.

Di berbagai kawasan Surabaya, misalnya, pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari tiga jam sempat membuat aktivitas rumah tangga lumpuh. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan air karena pompa tidak berfungsi, sementara pekerjaan rumah terpaksa tertunda.

Rio (43), warga Sukomanunggal, menyampaikan keluhannya terhadap matinya listrik tanpa adanya informasi lengkap dari pemerintah.

“Hal ini cukup menjengkelkan karena ketika kami terlambat membayar akan didenda begitu mahal, tapi apabila pemadaman tidak ada informasi pasti,” ucapnya.

Begitu pula Dian (38), warga Tambaksari, mengaku paling kerepotan saat listrik padam pada siang hari.

Baca Juga: Peristiwa Blackout atau Pemadaman Listrik Terburuk Dalam Sejarah Dunia

“Kalau malam mungkin masih bisa tidur, tapi kalau siang aktivitas jadi terganggu semua. Air tidak naik, anak-anak kepanasan, dan pekerjaan rumah menumpuk,” ujarnya.

Keluhan serupa datang dari Yosua (26), pekerja lepas yang sehari-hari mengandalkan internet untuk bekerja dari rumah.

“Saat listrik mati, WiFi ikut mati. Memang bisa pakai paket data, tapi sinyal sering tidak stabil. Kalau sedang ada pekerjaan yang harus dikirim cepat, tentu sangat mengganggu,” katanya.

Tak hanya di lingkungan rumah, dampak pemadaman juga dirasakan di jalanan. Sejumlah ruas jalan utama di Surabaya sempat terlihat lebih gelap dari biasanya akibat padamnya lampu penerangan dan lampu lalu lintas. Kondisi tersebut memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam pulang kerja.

Bagi warga, persoalan keamanan menjadi kekhawatiran tersendiri. Jalan yang minim penerangan dianggap rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan. Sejumlah laporan sebelumnya menunjukkan bahwa lampu jalan yang mati sering kali menjadi perhatian masyarakat karena membuat kawasan tertentu terasa tidak aman saat malam hari.

Meski demikian, sebagian warga mengaku memahami jika pemadaman dilakukan untuk pemeliharaan atau peningkatan jaringan listrik. PLN Jawa Timur menjelaskan bahwa beberapa pemadaman terjadi akibat kendala teknis operasional pembangkit, sementara pemadaman bergilir lainnya dilakukan dalam rangka peningkatan keandalan sistem dan upgrade jaringan listrik.

Namun, warga berharap informasi terkait pemadaman dapat disampaikan lebih awal agar masyarakat bisa melakukan persiapan.

“Kalau memang harus mati listrik tidak masalah, yang penting ada pemberitahuan yang jelas. Jadi kami bisa menyiapkan air, mengecas perangkat elektronik, dan mengatur pekerjaan,” ujar Lia (25), warga Pencindilan.

Di tengah ketergantungan masyarakat pada teknologi dan perangkat elektronik, listrik bukan lagi sekadar penerangan. Bagi warga Surabaya, listrik telah menjadi kebutuhan utama yang menopang pekerjaan, pendidikan, komunikasi, hingga kenyamanan keluarga di rumah.

Ketika kota mendadak gelap, yang padam bukan hanya lampu. Aktivitas, produktivitas, dan rasa aman warga pun ikut terganggu. Karena itu, harapan terbesar masyarakat bukan hanya listrik yang cepat menyala kembali, tetapi juga kepastian informasi agar mereka dapat bersiap menghadapi setiap pemadaman yang terjadi.

Reporter : Rovallgio

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru