Penyandang Disabilitas Bojonegoro Buktikan Karya dan Potensi Lewat Batik hingga Fashion Show
Bojonegoro, Nawacita – Penyandang disabilitas di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan mandiri secara ekonomi. Melalui berbagai produk kreatif dan penampilan di Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026, mereka membuktikan kemampuan yang layak mendapat apresiasi setara di tengah masyarakat.
Salah satu bentuk nyata pemberdayaan tersebut terlihat dari karya batik ecoprint yang dihasilkan para penyandang disabilitas. Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan yang mendukung kemandirian ekonomi. Selain itu, kemampuan pijat yang dimiliki penyandang tunanetra juga menjadi bukti bahwa mereka memiliki keterampilan profesional yang dibutuhkan masyarakat.
Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), Sanawi, menyampaikan bahwa kesempatan untuk tampil secara mandiri menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan diri. “Sekaligus membuktikan kapasitas penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Menurutnya, ruang yang diberikan pemerintah menjadi bentuk kepercayaan yang memungkinkan penyandang disabilitas menunjukkan bahwa mereka mampu menghasilkan karya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya di bidang ekonomi kreatif, penyandang disabilitas juga menunjukkan potensi mereka di dunia seni dan fashion. Putri Wahyu Lestari, penyandang tuna rungu binaan Sanggar DOT ART Ngraho, tampil percaya diri memperagakan busana batik karya desainer lokal. Kehadirannya menjadi inspirasi bahwa dunia fashion dan seni terbuka bagi siapa saja tanpa memandang kondisi fisik.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menghasilkan karya bernilai. “Penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang perlu terus didukung melalui berbagai program pemberdayaan dan fasilitasi yang berkelanjutan,” kata Agus.
Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif. Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro berupaya membuka lebih banyak akses dan ruang partisipasi agar penyandang disabilitas dapat semakin mandiri, berdaya saing, serta memperoleh pengakuan yang setara.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Nafiatin Ni’mah, menegaskan bahwa penyandang disabilitas tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang mereka miliki.
Dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas di Bojonegoro terus membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan karya kreatif, mengembangkan keterampilan profesional, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. “Semangat kesetaraan inilah yang menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan,” ujar Ni’mah.
Reporter: Parto Sasmito


