Khofifah: Jangan Ada Anak Jatim Gagal Sekolah karena Keterbatasan Biaya
SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya memastikan tak ada anak yang tertinggal dalam mengakses pendidikan. Melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan swasta, lebih dari 143 ribu pelajar dan mahasiswa di Jawa Timur memperoleh beasiswa pada 2026.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan beasiswa tersebut diberikan kepada lebih dari 81 ribu siswa SMA/SMK swasta serta lebih dari 62 ribu mahasiswa perguruan tinggi swasta di seluruh Jawa Timur.
“Ini merupakan bentuk sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong yang luar biasa. Semua teori menyebutkan bahwa cara paling efektif memutus mata rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (19/6/2026).
Khofifah mengapresiasi peran sekolah dan kampus swasta yang membuka akses pendidikan bagi peserta didik dari berbagai latar belakang ekonomi. Menurutnya, prinsip no one left behind harus diwujudkan agar tidak ada masyarakat Jawa Timur yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya.
Baca Juga: Targetkan 54.897 Hektar di 2026, Gubernur Khofifah Pimpin Program Bongkar Ratoon Tebu di Malang
Sementara itu, Kepala SMK Krian 2 Sidoarjo, Indra Wahyu, menjelaskan mekanisme beasiswa di sekolahnya dilakukan secara berjenjang sesuai kebutuhan siswa. Mulai dari beasiswa prestasi saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), bantuan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, hingga berbagai bentuk dukungan pendidikan lainnya.
“Bagi kami, keadilan tidak selalu berarti sama rata, tetapi diberikan sesuai kebutuhan peserta didik dan kondisi masyarakat yang dilayani sekolah,” katanya.
Kolaborasi lintas lembaga pendidikan ini menjadi bukti bahwa akses pendidikan yang inklusif dapat dibangun melalui semangat gotong royong, sekaligus membuka jalan bagi ribuan anak Jawa Timur untuk keluar dari lingkaran kemiskinan melalui pendidikan.
(Alus)


