Friday, June 5, 2026

4 Gebrakan Kepala BGN Baru yang Langsung jadi Sorotan

4 Gebrakan Kepala BGN Baru yang Langsung jadi Sorotan

Jakarta, Nawacita | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudarti Deyang telah menyiapkan sejumlah rencana kerja yang berfokus pada efisiensi anggaran. Hal ini telah dikonsolidasikan secara internal di BGN usai dirinya diangkat sebagai Kepala Badan baru menggantikan Dadan Hindayana yang ditahan Kejagung akibat kasus korupsi.

Nanik tidak merinci besaran anggaran yang akan dipotong. Namun, Nanik memastikan efisiensi anggaran ini tidak mengurangi sasaran penerima program makan bergizi gratis (MBG). Saat ini, anggaran BGN telah dipotong menjadi Rp 268 triliun dari semula Rp 335 triliun.

“Kami berharap masih bisa menurunkan lagi. Namun tidak mengurangi sasaran. Kami akan terus melakukan efisiensi anggaran di berbagai bidang. Dalam rangka efisiensi anggaran, maka hal yang kami lakukan adalah pertama, refocusing penerima manfaat,” ujar Nanik dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Kedua, moratorium pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.

Baca Juga: Nanik S Deyang ditunjuk Sebagai Kepala BGN yang Baru

Ketiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM.

“Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, kami akan melakukan suspend,” tegas Nanik.

Keempat, pihaknya akan merealisasikan program makan bergizi gratis (MBG) untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan. Upaya ini dilakukan agar tidak membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dalam pelaksanaan program MBG.

Dalam hal ini, Nanik menyatakan tidak lagi mengejar target penerima MBG sebesar 82 juta penerima. Kini pihaknya telah mengalihkan fokus untuk memperbaiki kualitas MBG daripada fokus mengejar target kuantitas penerima.

“Kemarin kami bertiga dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini, ‘mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas.’ Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta,” tutur Nanik.

Baca Juga: Alvis Sebut Pergantian Kepala BGN Langkah Tepat Demi Sukseskan MBG

Terkait efisiensi anggaran, Nanik menegaskan tidak harus membangun dapur baru, terutama di wilayah 3T yang jumlah siswanya sangat sedikit. Menurut Nanik, SPPG di wilayah 3T dapat memanfaatkan kantin-kantin sekolah.

“Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah. Karena 3T ini cuma ada yang isinya 200 orang, 81 orang, 47 orang di wilayah-wilayah itu. Jadi tidak mungkin kita membangun dapur-dapur baru,” kata Nanik.

Selain itu, guna mengurangi beban anggaran pendapatan belanja negara (APBN), BGN kini membuka ruang alternatif pendanaan lain. Beberapa opsi yang mulai dicoba, yakni penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN maupun perusahaan swasta yang investasi di wilayah terpencil, serta hibah dari negara lain.

“Dulu kan formasinya digunakan, dibangun dengan pakai seluruhnya anggaran negara. Yang sekarang itu kita coba ada alternatif-alternatif lain. Misalnya ada CSR BUMN, ada hibah dari negara lain. Itu banyak hibah-hibah ini. Bahkan sekarang sudah ada juga beberapa yayasan yang menerima hibah untuk membangun dapur,” terang Nanik. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru