Program TMMD Perkuat Infrastruktur dan Kebersamaan Warga Sigayam
JAKARTA, Nawacita – Program TMMD Perkuat Infrastruktur, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Sigayam, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dinilai membawa dampak lebih luas daripada sekadar pembangunan jalan. Di balik betonisasi dan pembukaan akses desa, program tersebut juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan memperkuat hubungan masyarakat dengan TNI.
Lettu Inf Sugiyono, Danramil 08/Wonotunggal, mengatakan keberhasilan TMMD tidak lepas dari koordinasi yang terbangun antara pemerintah desa, Babinsa, dan masyarakat sejak tahap awal perencanaan. Jadi sebelum pekerjaan fisik dimulai, telah dilakukan pra-TMMD sebagai ruang konsolidasi agar warga memahami tujuan pembangunan sekaligus terlibat aktif dalam pelaksanaannya.
“Koordinasi dilakukan bersama Babinsa dan masyarakat. Jadi sebelum TMMD berjalan sudah ada tahapan persiapan agar warga siap dan ikut terlibat,” ujar Lettu Inf Sugiyono, saat ditemui tim media.
Ia menuturkan, peran Babinsa menjadi kunci dalam membangun komunikasi sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat. Melalui pendekatan yang intensif, warga diajak melihat pembangunan bukan semata proyek pemerintah, melainkan kebutuhan bersama yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat sendiri.
Desa Sigayam yang berpenduduk sekitar 400 jiwa, kata dia, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program TMMD. Respons positif itu terlihat sejak usulan pembangunan jalan diajukan hingga pengerjaan fisik dilakukan di lapangan. “Warga sangat antusias dan terbuka untuk diajak bersama membangun. Mereka merasa ikut memiliki pembangunan yang dilakukan,” katanya.
Baca Juga: Multazam Perjuangkan Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa di Pasuruan ke DPR RI
Pembangunan jalan menjadi prioritas karena selama ini akses yang terbatas memengaruhi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Dengan infrastruktur yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih mudah mengembangkan aktivitas ekonomi desa. “Harapannya tentu untuk mempermudah pembangunan desa dan mempercepat distribusi hasil bumi maupun kegiatan masyarakat,” jelasnya.
Namun, manfaat TMMD menurutnya tidak berhenti pada terbukanya akses jalan. Karena pelaksanaan pembangunan justru memperkuat relasi sosial masyarakat. Warga yang sebelumnya beraktivitas sendiri-sendiri kembali dipertemukan melalui kerja bakti dan gotong royong bersama personel TNI. “Babinsa terlibat, masyarakat juga terlibat. Jadi bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga tumbuh semangat kebersamaan,” ujar Danramil 08/Wonotunggal.
Lettu Inf Sugiyono menyebut, setelah pembangunan selesai, pemerintah desa tetap berkomitmen menjaga komunikasi dengan TNI, terutama melalui Babinsa, untuk memastikan pemanfaatan dan perawatan infrastruktur berjalan baik.
Perawatan jalan, menurutnya, menjadi pekerjaan lanjutan yang tidak kalah penting agar manfaat TMMD dapat bertahan dalam jangka panjang. “Kami berharap masyarakat bersama TNI terus memanfaatkan dan menjaga jalan yang sudah dibangun agar tetap bermanfaat,” katanya.
Danramil 08/Wonotunggal menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan dapat dilakukan melalui budaya gotong royong yang selama ini sudah hidup di desa. Semangat tersebut sejalan dengan konsep pertahanan semesta, yakni keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kepentingan bersama. “Pertahanan semesta itu melibatkan seluruh warga. Jadi semangat gotong royong dan kebersamaan ini juga bagian dari menjaga desa,” ujarnya.
Bagi masyarakat Sigayam, TMMD pada akhirnya bukan hanya menghadirkan jalan yang lebih baik, tetapi juga meninggalkan modal sosial berupa kepercayaan, kepedulian, dan semangat bersama untuk membangun desa secara berkelanjutan. “Yang dibangun bukan hanya jalan, tetapi juga guyub dan kebersamaan warga,” pungkas Lettu Inf Sugiyono.
ncnws.


