Arsenal Bidik Sejarah di Final Liga Champions, Arteta Siap Akhiri Penantian Panjang Klub
BUDAPEST, Nawacita – Arsenal berada di ambang sejarah saat menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Puskas, Budapest, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.
Setelah sukses mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali meraih gelar Liga Premier Inggris, The Gunners kini berpeluang mengakhiri dahaga selama 55 tahun untuk meraih mahkota juara Eropa pertama dalam sejarah klub.
Laga puncak ini juga menjadi kesempatan bagi Arsenal untuk membalas kekalahan dari PSG yang menyingkirkan mereka di babak semifinal musim lalu. Tim asuhan Mikel Arteta datang dengan modal impresif setelah tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan Liga Champions sepanjang musim 2025/2026.
Keberhasilan mengangkat trofi Liga Champions akan menjadi pencapaian terbesar Arsenal sekaligus mengukuhkan musim ini sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah klub yang telah berdiri selama 139 tahun.
Di sisi lain, PSG datang dengan status juara bertahan dan bertekad mempertahankan gelar. Klub asal Prancis itu menjadi tim pertama yang mencapai final Liga Champions secara beruntun sejak Liverpool pada 2019. Jika berhasil menang, PSG akan menjadi klub kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan trofi setelah Real Madrid yang melakukannya pada periode 2016 hingga 2018.
Baca Juga: Persib Bandung Juara Liga 1 2025/2026, Sukses Pecahkan 3 Rekor Sekaligus
Perjalanan PSG menuju final tidak selalu mulus. Mereka hanya finis di posisi ke-11 fase liga setelah gagal memenangkan tiga pertandingan terakhir. Namun, skuad besutan Luis Enrique bangkit dan menyingkirkan sejumlah lawan tangguh.
PSG melewati Monaco di babak play-off dengan agregat 5-4, lalu mengalahkan Chelsea dan Liverpool sebelum menyingkirkan Bayern Munich pada semifinal melalui agregat 6-5. Selain itu, mereka juga datang ke Budapest setelah memastikan gelar Ligue 1 kelima secara beruntun serta meraih Piala Interkontinental FIFA, Piala Super UEFA, dan Trofi Prancis.
Menjelang pertandingan, Mikel Arteta menegaskan bahwa timnya siap memanfaatkan kesempatan langka untuk mencatatkan sejarah baru bagi Arsenal.
“Saya pikir ini adalah kesempatan untuk menguasai momen ini karena ini adalah kali kedua dalam sejarah kami berada di sini dan kami memiliki kesempatan untuk menulis babak baru dalam sejarah klub sepak bola ini. Untuk melakukan itu, kami harus bermain dengan sangat jelas, penuh keberanian, dan keinginan yang tak kenal lelah untuk menang,” kata Arteta dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Pelatih asal Spanyol itu menambahkan bahwa ambisi Arsenal tidak berhenti pada satu gelar.
“Kami telah memenangkan satu gelar dan kami menginginkan yang kedua. Tim ini mampu karena kami telah menunjukkannya dalam dua atau tiga musim terakhir di kompetisi ini,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih PSG Luis Enrique menilai kedua tim memiliki filosofi permainan yang serupa meski menempuh jalan berbeda menuju final.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa kami memiliki dua visi yang berbeda. Kami memiliki ide yang serupa tetapi menempuh jalan yang berbeda. Mereka mencetak banyak gol dan kami juga merupakan tim yang bertahan dengan sangat baik,” kata Enrique.
Ia juga mengingatkan pentingnya memaksimalkan kesempatan tampil di partai final.
“Menjelang final selalu ada perbedaan. Anda perlu memanfaatkannya sebaik mungkin karena Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan bermain di final lagi,” pungkasnya.
Pertandingan Arsenal kontra PSG diprediksi berlangsung sengit. Arsenal mengandalkan rekor tak terkalahkan dan ambisi meraih gelar Eropa pertama, sementara PSG berusaha mempertahankan dominasinya di kompetisi antarklub paling bergengsi di Benua Biru.
Reporter : Rovallgio

