Khofifah Kawal Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Gunakan Sistem Digital dan Door to Door
SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar Badan Pusat Statistik (BPS) mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Pendataan tersebut menjadi sensus ekonomi kelima sejak Indonesia merdeka dan dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut sensus kali ini menggunakan sistem ganda, yakni pendataan mandiri secara online untuk perusahaan besar serta metode door to door untuk masyarakat umum.
“Ini peristiwa 10 tahun sekali dan sangat penting karena akan menjadi dasar pemetaan kondisi ekonomi ke depan,” ujar Khofifah usai menerima Plt Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati di Gedung Negara Grahadi, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi Puluhan SMA, SMK, dan SLB di 3 Daerah
Sementara itu, Plt Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati menjelaskan sensus ekonomi 2026 memiliki cakupan lebih luas dibanding sensus sebelumnya. Jika pada 2016 hanya menyasar sektor non-pertanian, tahun ini seluruh sektor termasuk pertanian ikut didata.
“Total ada 17 sektor ekonomi yang dihitung dalam PDRB dan semuanya akan dicatat dalam sensus ini,” katanya.
Selain mendata aktivitas usaha, BPS juga akan memperbarui data sosial ekonomi keluarga. Pendataan dilakukan menggunakan perangkat Android agar proses pengolahan data lebih cepat karena langsung terhubung ke server pusat.
Herum menambahkan, sebanyak sekitar 41 ribu petugas disiapkan di Jawa Timur, termasuk untuk menjangkau wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Petugas direkrut dari wilayah masing-masing agar lebih memahami kondisi lapangan.
“Data sensus ekonomi ini nantinya menjadi dasar baru penghitungan PDB dan PDRB nasional maupun daerah,” pungkasnya.
(Alus)

