Di Usia 91 Tahun, Maemuna Tempuh Laut dan Udara Demi Menunaikan Ibadah Haji
Surabaya, Nawacita.co – Perjalanan panjang menuju Tanah Suci dijalani Maemuna Salasa Salmana, jemaah haji tertua asal Nusa Tenggara Timur yang kini berusia 91 tahun.
Perempuan asal Desa Papagarang, Kabupaten Manggarai Barat itu berangkat haji bersama anak ketiganya, Harmon Bado Salasa yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari.
Di usia senjanya, Maemuna tetap menyimpan semangat besar untuk menunaikan rukun Islam kelima. Selama ini, ia diketahui membantu perekonomian keluarga dengan berjualan sembako kecil-kecilan di depan rumah.
Perjalanan mereka menuju Tanah Suci pun tidak mudah. Dari kampung halamannya di Pulau Papagarang, keduanya harus lebih dulu menempuh perjalanan laut menuju Pelabuhan Labuan Bajo.
Baca Juga: Sebanyak 533 Jemaah Haji NTT Diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur udara dari Bandara Komodo Labuan Bajo menuju Bandara Juanda Surabaya bersama rombongan jemaah haji asal NTT lainnya.
Sesampainya di Asrama Embarkasi Haji Surabaya, perjuangan Maemuna belum selesai. Dengan sisa tenaga yang dimiliki, ia masih harus melanjutkan penerbangan menuju Arab Saudi.
Di sela perjalanan, Maemuna tampak beberapa kali beristirahat sebelum kembali melangkah menuju ruang keberangkatan. Wajah lelahnya seolah tertutupi semangat besar untuk bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Perjalanan Maemuna menjadi gambaran bahwa ibadah haji bukan hanya soal kemampuan fisik dan materi, tetapi juga tentang keteguhan hati serta harapan yang dijaga puluhan tahun lamanya.
Reporter: Alus

