Lonjakan Pasien UHC, Ruang Rawat Inap Puskesmas Klatakan Sering Penuh
Jember, Nawacita.co – Program Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi prioritas di Kabupaten Jember telah aktif sejak April 2025.
Program ini memungkinkan seluruh warga ber-KTP Jember memperoleh layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Bupati Jember menjelaskan bahwa masyarakat cukup membawa KTP atau Kartu Keluarga (KK) untuk mengakses layanan di Puskesmas maupun Rumah Sakit, termasuk bagi warga yang memiliki tunggakan iuran BPJS.
“Cukup membawa KTP/KK, warga dapat mengakses layanan di Puskesmas atau Rumah Sakit. Bahkan bagi yang menunggak iuran BPJS tetap bisa dilayani,” terang Bupati.
Ia menambahkan, layanan UHC Jember dapat diakses di seluruh Indonesia selama fasilitas kesehatan tersebut bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, fokus utama program ini adalah memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Jember.
“Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat langsung menuju IGD Rumah Sakit,” tegasnya.
Baca Juga: Dinkes Jember Optimis Juken Mampu Turunkan AKI, AKB dan Stunting
Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Klatakan, dr. Beny Herlingga, menjelaskan bahwa sesuai arahan Bupati, masyarakat yang ingin berobat ke Puskesmas cukup membawa KTP dan KK Kabupaten Jember.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa sejak implementasi UHC, terjadi peningkatan kunjungan pasien yang berdampak pada keterbatasan kapasitas layanan, khususnya ruang rawat inap.
“Sering kali tempat tidur (bed) untuk rawat inap penuh, bahkan kondisi serupa juga terjadi di UGD,” jelasnya.
Meski demikian, pihak Puskesmas tetap berupaya menjaga layanan kegawatdaruratan, kami tetap menyediakan satu tempat tidur di UGD untuk penanganan kasus emergency,”terangnya , 30/04/2026.
Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan ruang rawat inap kerap menyebabkan pasien tidak jadi dirawat dan harus kembali pulang.
“Ruang rawat inap sering penuh, sehingga ada pasien yang akhirnya tidak jadi menjalani rawat inap,” ungkap dr. Beny.
Lebih lanjut, pihak Puskesmas Klatakan secara aktif melakukan sosialisasi program UHC kepada masyarakat, terutama melalui kader Posyandu.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman kader mengenai pentingnya program tersebut.
Baca Juga: Dinkes Jember Dukung Penuh Osma Hadirkan Cek Kesehatan Gratis
“UHC merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang mudah dan merata,” jelasnya.
Ia berharap kader Posyandu dapat menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan program ini serta membantu pendataan warga yang belum terdaftar dalam jaminan kesehatan.
“Peran aktif kader sangat dibutuhkan, baik dalam mengedukasi masyarakat maupun membantu proses administrasi kepesertaan, agar target cakupan kesehatan semesta dapat tercapai,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, dr. Beny mengajak seluruh kader untuk berperan aktif dalam menyukseskan program UHC di lingkungan masing-masing.
“Marilah bersama-sama kita mendukung program UHC demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ADV)










