Istana untuk Anak Sekolah, Ajak Pelajar Pahami Pentingnya Kebijakan bagi Masa Depan Bangsa
JAKARTA, Nawacita – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Sekretariat Dukungan Kabinet (Setdukab) menerima kunjungan 250 pelajar SMP Negeri 60 Jakarta dalam rangka program “Istana untuk Anak Sekolah” di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Para pelajar memperoleh pengalaman terkait gambaran nyata tentang peran Istana dalam penyelenggaraan negara, sekaligus membuka wawasan mengenai tanggung jawab dan peran generasi muda di masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diajak mengenal lebih dekat lingkungan Istana Kepresidenan. Siswa berkeliling sambil mendapatkan penjelasan mengenai Kantor Presiden, Istana Merdeka, hingga Istana Negara yang menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan dan aktivitas pemerintahan.
Selain itu, para pelajar juga diperkenalkan dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang bertugas melaksanakan pengamanan fisik secara langsung kepada Presiden dan Wakil Presiden, serta tamu negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan.
Keberadaan Paspampres menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran dan keamanan setiap kegiatan kenegaraan. Seragam yang dikenakan personel Paspampres juga diperkenalkan sebagai bagian dari identitas satuan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Buka Istana untuk Anak-Anak Sekolah
Sebelum kegiatan kunjungan, para pelajar juga menerima pembekalan materi bertajuk “Presiden dan Generasi Muda: Mengapa Kebijakan Penting untuk Masa Depan Anda?” yang disampaikan oleh Trikawan Jati Iswono, Asisten Deputi Bidang Perencanaan Pembangunan, Fiskal, dan Pengembangan BUMN, Setdukab.
Dalam paparannya, ia menjelaskan peran strategis Kementerian Sekretariat Negara dalam mendukung kerja Presiden, serta pentingnya kebijakan pemerintah dalam menentukan arah pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
“Generasi muda memiliki posisi penting dalam perjalanan tersebut. Pada tahun 2045, generasi saat ini akan menjadi bagian dari pemimpin dan penggerak pembangunan nasional. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kebijakan publik menjadi bekal penting sejak dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia, seperti perubahan iklim, dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, serta bonus demografi. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan adaptif, khususnya dalam penguasaan teknologi dan keterampilan digital.
Dalam kesempatan tersebut, para pelajar juga didorong untuk aktif berpartisipasi dan berani menyampaikan aspirasi. “Kebutuhan dan aspirasi generasi muda tidak akan terdengar jika tidak disampaikan. Karena itu, penting untuk mulai berani berpendapat dan belajar memimpin sejak dini,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 60 Jakarta, Tri Karyawati, mengapresiasi program Istana Untuk Anak Sekolah. Ia menilai program ini memberikan pengalaman yang berkesan bagi guru maupun siswa karena menghadirkan pembelajaran langsung yang tidak didapatkan di lingkungan sekolah
“Program ini sangat bagus dan memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi kami. Anak-anak mendapatkan pengetahuan yang luar biasa tentang Istana Kepresidenan, sesuatu yang tidak mereka dapatkan di sekolah. Kami berharap program ini terus berjalan,” ujar Tri Karyawati.
Antusiasme juga datang dari para siswa, salah satunya Zahira Maulidya Handayani. Siswi kelas 9-4 SMP Negeri 60 Jakarta ini mengaku merasa kagum saat pertama kali mengunjungi Istana Merdeka. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman istimewa yang menumbuhkan rasa bangga sekaligus memberikan pengetahuan baru.
“Saya kagum dan terkejut karena ternyata Istana Merdeka sangat besar dan megah. Saya merasa bangga karena mendapat kesempatan untuk datang ke sini dan belajar banyak hal baru. Semoga kami bisa berkesempatan datang lagi ke sini,” pungkas Zahira. (Kemensetneg)

