Ambisi Energi Jatim: Bioetanol, GRR Tuban, hingga Transportasi Publik
SURABAYA, Nawacita – Momentum penghematan energi dinilai bukan sekadar kebijakan jangka pendek, melainkan pintu masuk untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun mulai mengarahkan langkah ke sana, meski tantangan implementasi masih membentang.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut sejumlah proyek strategis nasional mulai diarahkan untuk memperkuat posisi Jatim sebagai simpul energi. Di antaranya pengembangan bioetanol dan metanol yang memanfaatkan potensi gas di Bojonegoro, serta hilirisasi energi di Banyuwangi.
“Ini bagian dari memposisikan Jawa Timur sebagai sentra kedaulatan energi,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada, Kamis (16/4/2026).
Selain itu, proyek Grass Root Refinery (GRR) di Tuban juga kembali mengemuka. Meski sempat dikaitkan dengan kerja sama luar negeri, kelanjutannya masih dalam tahap pembahasan.
Baca Juga: Emil Akui Celah Sistem, OTT Jadi Cermin Lemahnya Pengawasan
“Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadikan Jawa Timur sebagai pusat industri petrokimia sekaligus penghasil bahan bakar nasional,” papar Emil.
Namun, di tengah ambisi tersebut, Emil menegaskan bahwa transformasi energi tidak bisa dilepaskan dari pembenahan sektor transportasi. Ia mendorong percepatan pengembangan transportasi publik, mulai dari Trans Jatim hingga kereta komuter, sebagai bagian dari strategi efisiensi energi.
“Transportasi umum harus jalan terus. Ini investasi jangka panjang, tidak bisa berhenti hanya karena ada hambatan sesaat,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada proyek fisik, tetapi juga pada tata kelola. Tanpa perbaikan sistem yang konsisten, berbagai inisiatif besar berisiko kehilangan arah.
(Alus)


