Tentara Israel Rusak Fasilitas Keamanan PBB, Tank Sengaja Tabrak Kendaraan UNIFIL
JAKARTA, Nawacita – Tentara Israel Rusak Fasilitas Keamanan PBB, Ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon selatan kian memanas. Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) melaporkan tindakan provokatif tentara Israel (IDF) yang secara sengaja menabrak kendaraan penjaga perdamaian menggunakan tank tempur Merkava pada Minggu (12/4/2026).
Insiden ini menambah daftar panjang pelanggaran keselamatan terhadap pasukan internasional yang bertugas di zona konflik tersebut. “Dalam dua kesempatan hari ini, tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menabrak kendaraan UNIFIL dengan tank Merkava.
Salah satu insiden menyebabkan kerusakan yang signifikan,” bunyi pernyataan resmi UNIFIL sebagaimana dikutip dari AFP. Tak hanya melakukan penabrakan, militer Israel juga dilaporkan memblokade jalan utama di wilayah Bayada, Lebanon Selatan. Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital bagi personel UNIFIL untuk mencapai posisi-posisi penjaga perdamaian di lapangan.
Aksi nekat IDF ini bukan yang pertama kali terjadi dalam sepekan terakhir. PBB mengungkapkan bahwa sebelumnya tentara Israel sempat melepaskan tembakan peringatan yang mengenai dan merusak kendaraan patroli UNIFIL.
Baca Juga: Tentara Zionis Israel Hancurkan Kamera Pengawas Markas UNIFIL di Lebanon
Bahkan, ada insiden yang nyaris merenggut nyawa personel di lapangan. “Dalam satu kasus, tembakan peringatan mendarat hanya satu meter dari seorang penjaga perdamaian yang baru saja turun dari kendaraannya,” tambah pernyataan tersebut.

UNIFIL menegaskan bahwa blokade pergerakan dan penolakan kebebasan bergerak ini telah terjadi secara konsisten dalam beberapa hari terakhir di berbagai titik operasi.
Duka Pasukan Indonesia
Situasi di Lebanon Selatan memang menjadi medan tempur terbuka antara militer Israel dan kelompok Hizbullah. Kerawanan ini telah memakan korban jiwa dari pasukan penjaga perdamaian, termasuk personel dari Indonesia.
Bulan lalu, sebanyak tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL gugur di Lebanon Selatan. Berdasarkan penyelidikan awal PBB, satu prajurit gugur akibat tembakan tank Israel, sementara dua lainnya tewas akibat alat peledak yang diduga kuat ditanam oleh kelompok Hizbullah.
Fasilitas Keamanan Dirusak
Selain intimidasi fisik, militer Israel juga menyasar fasilitas pengawasan PBB. Pada bulan ini, IDF tercatat menghancurkan kamera keamanan di markas besar UNIFIL di Naqura serta lima posisi strategis lainnya.
Pada Sabtu (11/4/2026), tentara Israel bahkan menyemprotkan cat ke jendela gerbang akses pejalan kaki di markas besar guna menghalangi pandangan petugas terhadap perimeter luar.
Pihak UNIFIL menyatakan tindakan-tindakan tersebut melanggar persyaratan internasional terkait keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian. Ironisnya, rangkaian serangan ini terjadi saat mandat UNIFIL sebagai pasukan penyangga (buffer) antara Lebanon dan Israel akan berakhir pada penghujung tahun ini.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus mendesak agar semua pihak menghormati kedaulatan mandat PBB demi mencegah eskalasi perang yang lebih luas di Timur Tengah.
inhnws.



