Kemenkes Siapkan Vaksin Campak Dewasa untuk 290 Ribu Nakes di 14 Provinsi
Jakarta, Nawacita | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat melindungi para tenaga kesehatan (nakes) di tengah munculnya lonjakan kasus campak di berbagai daerah.
Kemenkes kini memprioritaskan vaksinasi campak bagi kelompok dewasa, menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) dari BPOM untuk usia dewasa.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menjelaskan bahwa para nakes merupakan kelompok yang paling berisiko tertular karena bersentuhan langsung dengan pasien di fasilitas kesehatan.
“Tentunya dengan adanya KLB (Kejadian Luar Biasa) ini, potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” ungkap Rizka dalam keterangannya, Rabu (9/4/2026).
Baca Juga: Wamenkes Percepat Imunisasi Campak untuk Nakes, Wilayah ini jadi Prioritas
Program vaksinasi dewasa ini menyasar sekitar 290.000 orang di wilayah prioritas. Berikut rincian kelompok yang menjadi fokus utama Kemenkes:
- 223.150 Tenaga Kesehatan dan 39.212 Tenaga Medis yang tersebar di 14 provinsi dengan tingkat kasus campak tertinggi.
- 28.321 Dokter Umum dan Dokter Gigi yang saat ini sedang menjalani masa internship di seluruh wilayah Indonesia.
Masyarakat dan tenaga kesehatan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan dosis. Rizka memastikan stok vaksin MR nasional saat ini mencapai 9,8 juta dosis, jumlah yang diprediksi mencukupi kebutuhan hingga 5,5 bulan ke depan.
Untuk menjaga distribusi tetap merata dan mencegah kerusakan vaksin, Kemenkes menggunakan sistem digital SMILE melalui platform Satu Sehat Logistik.
“Kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time,” tegas Rizka. dtk



