KAI Daop 8 Surabaya Siapkan 561 Ribu Kursi Selama Angkutan Lebaran 2026
SURABAYA, Nawacita – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi masa angkutan Lebaran 2026. Persiapan tersebut mencakup pengecekan sarana, prasarana, hingga kesiapan petugas demi memastikan perjalanan kereta api berjalan aman dan lancar.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya, Mahendro, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan sejak awal Februari 2026 dengan melakukan pemeriksaan sarana bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Surabaya.
“Untuk terkait persiapan angkutan Lebaran dari kami sudah melakukan persiapan mulai dari awal Februari kemarin yaitu ada pemeriksaan sarana, kerja sama sama Dirjen Perkeretaapian dalam hal ini adalah Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Surabaya,” kata Mahendro, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: KAI Daop 8 Surabaya Larang Aktivitas di Jalur Rel Selama Ramadan 1447 H
Dari hasil pemeriksaan tersebut, KAI Daop 8 memastikan seluruh armada dalam kondisi siap beroperasi.
“Ada 55 lokomotif, 520 kereta serta ada tiga trainset KRD (Kereta Rel Diesel) yang sudah kita cek dan semua sudah dinyatakan layak jalan oleh Balai Teknik Perkeretaapian,” ujarnya.
Selain sarana, KAI juga melakukan pemeriksaan prasarana jalur kereta api di wilayah operasionalnya. Jalur yang diperiksa membentang dari Bojonegoro hingga Wlingi.
“Kalau jalur atau prasarana kami juga sudah melakukan pemeriksaan lintas, mulai dari Bojonegoro sampai Wlingi sudah kami periksa semua. Di situ ada beberapa yang harus kami tindaklanjuti termasuk ada enam titik daerah pantauan khusus di wilayah kami, jadi ada dua di utara dan ada empat di selatan. Itu nanti akan dijaga selama 24 jam oleh petugas kami,” ungkapnya.
Untuk mendukung operasional selama masa mudik, KAI Daop 8 juga menyiagakan tambahan petugas agar pelayanan dapat berjalan maksimal.
“Kami juga menyiagakan total 157 petugas ekstra, terdiri dari pemeriksa jalan ekstra, penjaga perlintasan ekstra, serta penjaga daerah khusus untuk prasarananya,” jelasnya.
Sementara dari sisi keamanan, KAI menyiapkan ratusan personel untuk menjaga keamanan di stasiun maupun di atas kereta.
“Untuk sisi keamanan sendiri kami juga menyiagakan 688 petugas keamanan, termasuk 80 tenaga perbantuan dari TNI dan Polri untuk memastikan keamanan masyarakat baik itu di stasiun maupun di atas kereta api,” tuturnya.
Selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Daop 8 Surabaya menyediakan total 561 ribu tempat duduk bagi penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 ribu kursi merupakan tiket kereta api kelas ekonomi komersial yang mendapatkan stimulus pemerintah berupa diskon 30 persen.
“Dari 561 ribu tempat duduk itu sudah terjual 383 ribu. Jadi total ada kurang lebih 68 persen tiket yang sudah terjual,” jelasnya.
“Tiket yang mendapatkan diskon 30 persen itu sudah terjual sekitar 120 ribuan, jadi masih ada sekitar 30 persen lagi yang belum terjual dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Periode keberangkatannya 14 sampai 29 Maret 2026,” imbuhnya.
Berdasarkan data sementara, puncak arus keberangkatan penumpang dari wilayah Daop 8 Surabaya diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026.
“Puncaknya sementara di tanggal 18 Maret, ada 26.895 penumpang yang akan berangkat dari stasiun-stasiun wilayah Daop 8 Surabaya seperti dari Gubeng, Pasar Turi, Malang, serta stasiun lainnya. Tapi datanya masih dinamis karena sistem penjualan masih dibuka,” ucapnya.
Adapun tujuan favorit penumpang dari wilayah Daop 8 Surabaya masih didominasi kota-kota besar di Pulau Jawa.
“Jurusan favorit di jalur utara itu Jakarta dan Bandung, serta di Jawa Timur ada Banyuwangi. Kalau di jalur selatan, yang paling favorit tetap Jogja, kemudian Bandung, dan dari Surabaya juga banyak yang menuju Malang,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio


