Dishub Jember dan Wasatpel Terminal Tawang Alun Gelar Ramp Chek AKAP dan AKDP
Jember, Nawacita.co – Demi menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama arus mudik Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember melakukan Ramp chek kelaikan Bus Penumpang umum di terminal Tipe A Tawang Alun Jember.
Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan seluruh Bus yang beroperasi memenuhi standar teknis dan administratif sebelum mengangkut penumpang ke kampung halaman.
Kepala Dishub Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menegaskan bahwa pengecekan kendaraan atau ramp check dilakukan secara menyeluruh di berbagai terminal utama.
“Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas yang sering kali disebabkan oleh faktor kegagalan teknis kendaraan,” katanya 12/3/2026.
Gatot menjelaskan inspeksi tidak hanya menyasar kelengkapan dokumen, tetapi lebih mendalam pada komponen fisik yang krusial bagi keselamatan di jalan raya.
“Kami tidak mau berkompromi dengan keselamatan. Setiap armada wajib melewati pemeriksaan pada sistem pengereman, kondisi ban, fungsi lampu, hingga ketersediaan alat pemecah kaca di dalam bus,” ujar Gatot Triyono saat meninjau langsung proses inspeksi.

Pemeriksaan ini mencakup tiga unsur utama. Pertama, unsur administrasi yang meliputi pemeriksaan STNK, BLU-e (Bukti Lulus Uji Elektronik), dan SIM pengemudi.
Kedua, unsur teknis utama yang mencakup pemeriksaan fungsi rem, kemudi, serta kondisi ban (tidak boleh gundul). Ketiga, unsur teknis penunjang seperti fungsi wiper, lampu-lampu, dan sabuk pengaman bagi pengemudi.
Ditempat yang sama Pujiono Wasatpel direktorat jenderal angkutan darat Terminal Tawang Alun Jember menegaskan bagi armada yang ditemukan memiliki kerusakan maka kami bersikap tegas keluar.
“Baik Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) jika ditemukan Bus dengan pelanggaran berat yang membahayakan nyawa, kendaraan tersebut dilarang keras untuk beroperasi,” tegas Pujiono dihadapan awak media.
Lanjut Pujiono, termasuk jika ditemukan kendala teknis yang fatal, kami akan minta operator untuk mengganti armada tersebut dengan unit yang lebih layak. Intinya, hanya bus dengan kondisi prima yang boleh mengangkut pemudik,” terangnya.
Selain pemeriksaan fisik kendaraan, Pujiono juga menghimbau para sopir Bus untuk menjaga kondisi kesehatan fisik dan menghindari kelelahan berlebih selama bertugas, demi memastikan perjalanan mudik berlangsung aman hingga tujuan,” pungkasnya.


