200 Becak Listrik Resmi Diserahkan, Bupati Bojonegoro, Kepala OPD hingga Camat Jadi Penumpang Pertama
Bojonegoro, Nawacita – Setelah Senin (9/3/2026), 200 orang penarik becak mengikuti sosialisasi terkait penggunaan becak listrik di Taman Evakuasi Bahagia (Ebaga), Kecamatan Trucuk, kemudian parade ke Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, pada Selasa (10/3/2026) akhirnya 200 becak listrik resmi diserahterimakan. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga camat menjadi penumpang pertama.
Salah satu penerima becak listrik, Hariyanto mengaku bersyukur mendapatkan bantuan atas inisiatif Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Menurutnya, bantuan tersebut dapat meringankan pekerjaannya sebagai penarik becak.
“Becak lebih nyaman, bagus, dan hemat karena menggunakan tenaga listrik. Alhamdulillah pasti sangat terbantu dengan becak listrik ini,” kaya pria 72 tahun asal Kelurahan Kadipaten yang sudah puluhan tahun kayuh becak hingga modifikasi dengan mesin diesel.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Bojonegoro, khususnya para pengemudi becak lansia. Menurutnya, perubahan dari becak kayuh manual ke becak listrik akan sangat membantu mengurangi beban fisik para pengemudi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan GSN. Ini merupakan bantuan sosial yang sangat berarti. Jika sebelumnya bapak-bapak harus mengayuh pedal dengan tenaga besar, kini sudah dapat memanfaatkan teknologi listrik,” kata Bupati Wahono.
Bupati juga mengingatkan para penerima bantuan untuk menjaga dan merawat becak listrik tersebut dengan baik. Ia menekankan pentingnya mengikuti tata cara pengisian daya sebagaimana telah disosialisasikan, serta tetap mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan di jalan.
“Ini merupakan wujud rasa syukur. Saya berharap becak ini dirawat dengan baik, terutama dalam proses pengisian daya sesuai yang sudah dijelaskan. Saya juga menitip pesan kepada Pak Kapolres agar para pengemudi dibantu dan diarahkan supaya tetap tertib berlalu lintas. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi ekonomi keluarga,” tambahnya.
Perwakilan Yayasan GSN, Nuryana, menjelaskan bahwa pengadaan becak listrik tersebut sepenuhnya berasal dari dana pribadi Prabowo Subianto dan bukan dari anggaran negara (APBN). Program ini ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepada para lansia yang masih bekerja keras mencari nafkah.
“Pak Prabowo melihat banyak lansia berusia 60 hingga 70 tahun yang masih harus bekerja di jalan. Karena itu beliau meminta dibuatkan desain becak yang mudah dioperasikan tanpa membutuhkan tenaga besar. Ini adalah hadiah pribadi dari beliau agar usaha bapak-bapak dalam mencari nafkah menjadi lebih ringan,” ujar Nuryana.
Baca Juga: 200 Penarik Becak di Bojonegoro Bakal Terima Bantuan Becak Listrik Program dari Presiden Prabowo
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu daerah prioritas dalam distribusi program tersebut. Hingga Maret 2026, lebih dari 10.000 unit becak listrik telah disalurkan di berbagai wilayah di Pulau Jawa, dengan target nasional mencapai 70.000 unit hingga tahun 2027.
“Kami berharap Pemerintah Daerah dapat mendukung dengan menyediakan titik-titik pengisian daya. Selain sebagai sarana transportasi harian, kami juga berharap becak listrik ini dapat dikembangkan sebagai bagian dari potensi wisata lokal di Bojonegoro,” tutupnya.
Setelah prosesi serah terima, kegiatan dilanjutkan dengan pawai becak listrik mengelilingi kawasan kota. Sekitar 100 becak listrik berkeliling mulai dari Pendopo, melalui Jalan Imam Bonjol, mengitari Alun-alun, melintasi Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pahlawan, dan kembali menuju Jalan P. Mas Tumapel.
Dalam pawai tersebut, Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, bersama jajaran Forkopimda dan kepala OPD turut menaiki becak listrik. Suasana kebersamaan dan keakraban terlihat jelas sepanjang rute pawai di kawasan sekitar alun-alun. Para penarik becak juga menerima langsung ongkos dari para penumpangnya.
Reporter: Parto Sasmito


