Sunday, February 15, 2026

Strategi Sektor MICE Jadi Andalan Pemkot Bandung Dongkrak Pariwisata

Strategi Sektor MICE Jadi Andalan Pemkot Bandung Dongkrak Pariwisata

Bandung, Nawacita – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mendongkrak sektor pariwisata melalui strategi sektor Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).

Walikota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan bahwa dengan strategi yang berfokus pada sektor MICE sudah terbukti menjadikan Kota Bandung sebagai magnet event nasional. Sehingga, memberikan dampak langsung pada peningkatan hunian hotel dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Begitu MICE bergerak, semua sektor ikut bergerak, transportasi, hotel, restoran, vendor, sampai pengisi acara. Konsekuensinya macet dan harga naik, tapi itu masalah yang baik,” kata Farhan dalam keterangan resmi yang diterima Nawacita pada Rabu, (29/10/2025).

- Advertisement -

Farhan menyebut bahwa, Pemkot Bandung tidak ingin pariwisata kota hanya bergantung pada kuliner. Maka dari itu, pihaknya terus mendukung berbagai agenda skala besar agar terus digelar di Kota Bandung.

Baca Juga: Pemkot Bandung Resmi Luncurkan Angkot Pintar

“Kita ingin Bandung dikenal dengan event-event premium, bukan yang merusak wajah kota. Fokus kita pada seni, budaya, olahraga, dan MICE,” ucap dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat per 1 Oktober 2025, tingkat hunian hotel di Kota Bandung melonjak tajam selama periode Juli hingga Oktober 2025. Selain itu, pada bulan Juli 2025 tingkat okupansi hotel mencapai lebih dari 80 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

Bahkan, menurut data Telkomsel Mobility, terjadi peningkatan pergerakan wisatawan hingga 127 persen pada 19–20 Juli, dari 8.662 menjadi 19.702 orang.

“Pengunjung luar Bandung mencapai 53 persen. Paling banyak dari Jakarta Selatan, sekitar 1.600 orang,” cetus Farhan.

Baca Juga: Walikota Farhan Pastikan Pemangkasan Dana Transfer Daerah di Bandung Tak Ganggu Pelayanan Publik

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa penyelenggaraan event bukan hanya untuk hiburan tapi juga strategi ekonomi kota. Aktivitas MICE dan event besar terbukti menggerakkan transaksi lintas sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, hingga UMKM.

“Volume besar dengan transaksi kecil itu bagus, begitu juga sebaliknya. Yang penting ekonominya berputar dan masyarakat ikut merasakan dampaknya,” tutur Farhan.

Dengan bukti keberhasilan itu, ia optimis terhadap prospek pariwisata Bandung ke depan. Ia yakin strategi berbasis event dan data akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kota.

“Kita akan terus jadikan event sebagai penggerak utama ekonomi. Kalau pariwisatanya hidup, maka ekonomi masyarakat juga ikut hidup,” tutup dia.

Reporter: Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru