Kisah Syaiful Rosi, Santri Ponpes Al-Khoziny Yang Tetap Semangat Walau Harus Diamputasi
SURABAYA, Nawacita – Salah satu santri pondok pesantren (ponpes) Al-Khoziny, yang berhasil selamat, Syaiful Rosi Abdillah (13), asal Bangkalan, Madura, miliki semangat yang luar biasa walau usai hadapi cobaan yang luar biasa.
“Alhamdulillah, dia sudah makan tadi. Tapi masih dirawat, masih lemas. Semangatnya luar biasa, anak ini kuat, tiga hari nggak makan, nggak minum, nggak tidur sama sekali,” ucap sang ayah kepada wartawan, Sabtu (4/10/2025).
Syaiful Rosi adalah salah satu santri yang terpaksa diamputasi akibat luka parah di kaki kanannya. Santri asal Bangkalan itu hingga kini masih menjalani pemulihan di RSUD Sidoarjo. Namun walau terpaksa kehilangan satu kakinya, Syaiful tetap semangat sembuh.
“Dia bilang mau tetap ngaji, meski jalannya nanti pakai kaki buatan,” kata sang ayah.
Dari total 118 santri yang berhasil dievakuasi, tercatat 114 orang selamat dan 14 lainnya meninggal dunia.
Syaiful yang kini dirawat di RSUD Sidoarjo bahkan telah bertanya kepada orang tuanya ‘Kapan saya punya kaki baru?’. Hal itu membuktikan semangat juang sang anak untuk terus bertahan hidup.
Baca Juga: Update Korban Meninggal Tragedi Ponpes Sidoarjo: Sementara 13 Orang, 45 Belum Ditemukan
Santri yang baru empat bulan mondok di pesantren Al-Khoziny itupun menceritakan, saat musala ambruk, ia bersama enam temannya tertimpa bangunan beton yang gagal kontruksi tersebut.
“Gak lama nambah ada yang jatuh lagi. Beton semua, gak bisa dorong. Kami minta tolong bareng-bareng, tapi gak kedengaran. Baru jam 12 malam ada orang kampung datang bantuin,” kisah Syaiful saat ditemui di ruang perawatan.
Santri kelas 2 SMP itu hanya bisa berpasrah diri sambil membaca selawat dan istighfar, saat terjebak selama tiga hari dibawah reruntuhan. Untuk bernafas pun ia hanya bertahan menghirup dengan udara yang sangat terbatas.
“Gak bisa tidur, gak bisa minum, cuma ada angin kayak cahaya buat nafas. Saya sadar terus, cuma nunggu teman-teman keluar semua, baru saya minta tolong,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

