Sunday, February 15, 2026

Daya Tarik Wisata di Jatim Terus Meningkat 44% Selama Lima Tahun Terakhir

Di hadapan para insan budaya dan pariwisata Jatim yang hadir, Gubernur Khofifah mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian sektor pariwisata Jatim yang terus meningkat setiap tahunnya.

Surabaya, Nawacita – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Sapa Insan Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) di Graha Wisata, Jl. Wisata Menanggal No.38, Dukuh Menanggal, Kec. Gayungan, Surabaya Rabu (7/2).

Dituturkannya bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Tahun 2023 Jatim menyumbang angka pergerakan wisatawan nusantara tertinggi di Indonesia. Yakni tercatat mencapai 187.110.998 wisatawan nusantara atau setara 24,98% dari total 749.114.709 pergerakan wisatawan nusantara di Indonesia.

“Alhamdulillah, angka wisatawan nusantara di Jatim Tahun 2023 mencapai 187,110 juta orang. Tertinggi diantara provinsi di Indonesia. Itu artinya bahwa promosi wisata yang panjenengan lakukan sangat luar biasa,” katanya.

- Advertisement -

Masih berdasarkan data BPS, pertumbuhan PDRB pariwisata dari tahun 2022 ke 2023 mengalami peningkatan sebesar 13,02 persen telah berkontribusi sebesar 5,82 persen terhadap PDRB Jatim.

“Untuk itu apresiasi dan terimakasih kami kepada seluruh insan pariwisata di Jatim yang terus berkontribusi sehingga berbagai capaian sektor kebudayaan dan pariwisata Jatim bisa meningkat dari tahun ke tahun,” ucapnya.

Tak hanya jumlah wisatawan nusantara yang tinggi, pertumbuhan daya tarik wisata di Jawa Timur juga terus mengalami peningkatan. Terhitung sejak tahun 2019 hingga 2023 terjadi peningkatan hingga 44 persen. Pada tahun 2019 ada sebanyak 969 daya tarik wisata. Rinciannya, 387 wisata alam, 280 wisata buatan, dan 302 wisata budaya.

Jumlah tersebut meningkat signifikan pada tahun 2023. Total terdapat sebanyak 1.396 daya tarik wisata di Jatim. Di antaranya 543 wisata alam, 531 wisata buatan, dan 322 wisata budaya.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Lantik Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio Sebagai Pimpinan DPRD Jatim

Gubernur Khofifah menyebut, meningkatnya daya tarik wisata di Jatim ini tidak lepas dari desa wisata sebagai garda terdepan ekonomi masyarakat yang juga terus mengalami peningkatan dari kualitas maupun kuantitas.

Salah satu desa wisata yang menjadi percontohan itu, lanjut Khofifah, ialah Desa Ketapanrame Mojokerto. Untuk itu, ia mengajak Bupati/Walikota di Jatim agar menjadikan desa tersebut sebagai referensi intuk mengembangkan desa wisata di wilayahnya.

“Desa wisata Ketapanrame di Mojokerto adalah salah satu referensi yang luar biasa. Desa ini tidak sekedar juara 1 nasional tetapi bahwa Ketapanrame bisa menjadi referensi dan telah memberikan harapan kehidupan yang luar biasa bagi masyarakatnya,” terangnya.

Apalagi, lanjut Khofifah, Pemerintah Desa Ketapanrame mampu memberdayakan masyarakatnya melalui desa wisata. Dimana setiap keluarga hanya diperbolehkan satu orang yang menanamkan modalnya. Sehingga keterlibatan masyarakat di desa wisata ini sangat berpengaruh dan mereka pun bisa mendapatkan 10-15 persen dari modal yang disertakan per bulannya.

“Kalau setiap masyarakat yang menanamkan modalnya sebesar Rp 10 juta, maka mereka akan mendapatkan _reward_ Rp 1,5 – 2 juta per bulan. Saya berharap format-format seperti ini akan bisa dijadikan referensi bersama,” harapnya.

Untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di daerahnya masing-masing, Gubernur Khofifah mengajak Bupati/Walikota agar mengundang para _influencer_. Karena potensi wisata yang dimiliki Jatim, tidak kalah eksotik dan menarik di hampir seluruh wilayahnya. (Sekar)

 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru