Sunday, February 15, 2026

Sikapi Kematian Santri di Gontor, Kodrat Sunyoto: Bimbingan Konseling di Ponpes Sangat Penting

Sikapi Kematian Santri di Gontor, Kodrat Sunyoto: Bimbingan Konseling di Ponpes Sangat Penting

Surabaya, Nawacita | Anggota Komisi E DPRD Jatim, Kodrat Sunyoto menyikapi kasus kematian santri di Gontor beberapa hari lalu. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya bimbingan konseling untuk para santri di lingkungan pondok pesantren (Ponpes).

Hal itu dinilai penting lantaran Provinsi Jawa Timur memiliki jumlah Ponpes terbanyak di Indonesia. ” Bimbingan konseling di Ponpes sangat penting. Santri jangan sampai lepas kendali ketika di luar lingkungan Ponpes,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (9/9/2022).

Politisi Partai Golkar ini mengaku khawatir dan was-was bahwa santri di dalam Ponpes itu menahan, lalu di luar langsung meluapkan emosinya. “Disinilah penting adanya bimbingan konseling untuk santri,” lanjutnya.

- Advertisement -
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Kodrat Sunyoto
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Kodrat Sunyoto

Meski Ponpes sesungguhnya memiliki kultur berdasarkan kekeluargaan, kata Kodrat, jangan sampai bimbingan konseling di Ponpes luput dari perhatian.

“Di ponpes itu kan sifatnya kekeluargaan. Kalau contohnya pertengkaran antara adik kelas dan kakak kelas kan prihatin juga. Proses pendampingan ini dari guru ini kan perlu sekali,” terangnya.

Kodrat yang juga Ketua MKGR Jatim ini pun mendukung penuh rencana dari PWNU Jatim untuk menciptakan satgas pesantren ramah. “Pengawasannya harus ketat. Ada usulan soal pesantren ramah anak itu bagus, jadi agar bisa menekan angka kekerasan seksual, kekerasan fisik di ponpes,” ungkapnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jatim Minta Kemenhub Beri Persetujuan Pengembangan Pelabuhan Taddan

Kodrat menambahkan, hal yang terpenting saat ini adalah melakukan pendampingan ke teman-teman korban agar tidak trauma dan meniru hal serupa. “Yang penting kan sekarang gimana santri-santri lain di sana itu jangan sampai trauma. Juga jangan sampai pasca ada kejadian ini, mereka takut untuk mondok. Nah ini juga semoga nanti sosialisasi pesantren ramah anak ini terus digencarkan,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Gontor tewas dianiaya oleh kakak kelasnya. Penganiayaan dilakukan menggunakan tongkat. golkarpedia

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru