Tuesday, February 10, 2026

Pemkot Surabaya Teken MoU Beasiswa Pemuda Tangguh Dengan 32 Perguruan Tinggi

Pemkot Surabaya Teken MoU Beasiswa Pemuda Tangguh Dengan 32 Perguruan Tinggi

SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Kota Surabaya menggelar penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 32 perguruan tinggi, yang terdiri dari 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 24 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang diagendakan di Lobby Balai Kota Surabaya, Kamis (5/2/2026).

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa jumlah penerima bantuan pendidikan di Kota Surabaya bertambah dibandingkan sebelumnya, usai kebijakan pemerataan bantuan oleh Pemkot Surabaya.

“Tapi yang ingin saya tunjukkan apa, bahwa kemarin yang memang hanya untuk 3.000 orang, sekarang bisa untuk 24.000 orang dan saya ingin menunjukkan juga bahwa saya harus berani merubah ini, tapi tidak dengan ngomong, tidak dengan apa, tapi dengan bukti yang hari ini ditandatangani oleh PTN dan PTS,” ucap Walikota Eri Cahyadi.

- Advertisement -

Walikota Eri tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap perguruan tinggi yang turut andil berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera di Kota Pahlawan.

Baca Juga: DPRD dan Pemkot Surabaya Kunci Revisi Perda Pengelolaan Aset Daerah

“Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada perguruan tinggi swasta dan negeri yang hari ini sudah membuka pintunya untuk menciptakan anak-anak kota Surabaya menjadi anak-anak dalam generasi,” ujarnya.

“Inilah yang menunjukkan bahwa Surabaya itu dibangun dengan rasa Mahabbah, dibangun rasa cinta, dibangun rasa saling menghormati, dibangun rasa untuk menjalankan undang-undang dan Pancasila secara Kafa’ah dan agama secara Kafa’ah,” imbuhnya.

Pemkot Surabaya juga diketahui telah menyiapkan anggaran sekitar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar pada tahun 2026. Harapannya dengan anggaran tersebut program tersebut dalam menjangkau banyak anak dari keluarga prasejahtera.

“Tapi semua insya Allah, yang masuk desil 1 dan 5, yang masuk dalam keluarga pra sejahtera, akan kita melakukan perbaikan. Karena perguruan tinggi pemerintah kota adalah sama, bagaimana bisa mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa seperti amanah undang-undang dan Pancasila,” ungkapnya.

Politisi PDI Perjuangan itupun menyampaikan bahwa ada sekitar 8 ribu anak yang tidak bisa bayar kuliahnya di perguruan tinggi swasta, sehingga dengan adanya MoU tersebut dapat memfasilitasi para mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan baik di PTN maupun PTS.

“Walikota Surabaya itu bukan Eri Cahyadi, Walikota Surabaya itu para rektor yang mau membangun, para pengusaha yang mau nolong, itu wali kota Surabaya.

Maka kita berubah mulai hari ini Surabaya, tidak mengatakan siapa yang cari popularitas, tidak mengatakan siapa yang berhasil, tapi siapa yang membantu dan siapa yang mau turun membantu orang miskin, menciptakan kesejahteraan, itulah wali kota Surabaya,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru