Saturday, February 14, 2026

Keluh Pedagang Beras di Kota Bandung yang Kini Harganya Naik

Bandung, Nawacita – Harga beras di Kota Bandung mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir. Kenaikan harga tersebut terjadi pada beras dengan kualitas premium dan medium.

Salah satunya seperti di Pasar Kosambi Kota Bandung. Harga beras yang dijual di pasar ini sudah mengalami kenaikan sejak dua pekan lalu.

Andri, salah satu pedagang beras di Pasar Kosambi mengatakan bahwa kenaikan harga beras terjadi secara bertahap. Selisih kenaikan harga sendiri berkisar Rp500,00 hingga Rp1.000,00 per kilogramnya.

- Advertisement -

“Mulai ada kenaikan harganya yang biasa 15 bisa berubah jadi 16. Yang 16 bisa jadi 17. Memang harga sudah berubah cuma nggak langsung harganya langsung berubah drastis. Jadi bertahap dulu,” katanya, Minggu (13/7/2025).

Andri menjelaskan, kenaikan harga terjadi pada beras kualitas murah, premium hingga medium. Saat ini, harga beras medium sendiri berkisar Rp15.000 hingga Rp15.500 per kilogram.

Padahal harga beras medium sebelumnya hanya Rp14.000 per kilogram. Harga tersebut menunjukan kenaikan sebesar Rp1.000 hingga Rp 1.500.

Baca Juga: Harga Beras Naik, Pedagang Nasi Tercekik

Sementara itu, harga beras premium sendiri saat ini berkisar Rp17.000. Harga tersebut juga menunjukan kenaikan karena sebelumnya harga beras premium hanya berkisar Rp16.000.

“Kalau yang medium bisa jual 14 sekarang jual 15 ada yang 15.5. (Kalau premium) dari 16 ada yang 17,” sebut pedagang 40 tahun tersebut.

Meski pasokan dirasa aman, namun dirinya mengeluhkan daya beli masyarakat terhadap beras yang menurun akibat kenaikan harga ini. Hal tersebut juga membuat dirinya mengurangi jumlah pasokan beras yang akan dijual.

“Kalau pasokan cuman dari daya beli masyarakat dan juga harga yang memang tinggi. Jadi kita lagi agak direm dulu lah jangan terlalu ini. Soalnya dari masyarakat juga pembelinya berkurang,” kata Andri.

Ia berharap agar pemerintah bisa segera menstabilkan harga beras menggunakan pasokan beras Bulog yang ada. Hal itu dikarenakan jumlah pengadaan oleh Bulog saat ini juga cukup tinggi. Sehingga membuat para petani lebih memilih menjual kepada Bulog daripada ke pedagang.

“Harapannya dari pedagang mungkin Bulog kayak dulu lagi bisa stabilin harga, soalnya kan sekarang Bulog juga udah nerimanya untuk pengadaan barangnya sudah tinggi juga ya. Jadi dari untuk si petani mungkin mereka lebih milih untuk langsung jual ke Bulog daripada kita,” pungkasnya.

Reporter : Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru