Surabaya, Nawacita – Sebuah pesta visual tengah berlangsung di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur. Pameran lukisan bertajuk Waterweek resmi dibuka oleh pecinta seni, Freddy H Istanto.
Diselenggarakan oleh Kolcai (Komunitas Lukis Cat Air Indonesia) Surabaya, pameran ini akan berlangsung dari 25 Juni hingga 2 Juli 2025.
Ketua Kolcai Surabaya, Budi Bi menjelaskan bahwa pameran ini mengusung semangat eksplorasi dan keberagaman.
Waterweek menghadirkan lebih dari 200 karya lukisan cat air hasil cipta 21 seniman yang menginterpretasikan 12 tema pilihan dengan cara yang sangat personal dan kreatif.
“Pameran ini adalah ruang pertemuan antara kebebasan ekspresi dan kedalaman makna. Harapannya, setiap karya bukan hanya menyenangkan mata, tapi juga membuka ruang tafsir yang luas bagi penikmatnya,” kata Budi, Kamis (26/6/2025).
Dalam pameran ini, semua peserta diberikan 12 tema yang sama. Namun, hasil akhirnya justru menunjukkan betapa beragamnya pendekatan artistik yang lahir dari tangan-tangan kreatif para perupa.
“Ada yang membagi 12 tema menjadi 12 lukisan individual, ada yang meleburnya menjadi satu narasi besar dalam dua atau tiga kanvas,” papar Budi.
Baca Juga: Magisnya Pameran Lukisan dari Seniman Kediri Lewat Nyambung Roso
Para perupa yang terlibat antara lain, Adrinalia Nila, Aliet, Ami Tri, Andreanus Gunawan, Anis Helmi, Budi Bi, Dewi Ulantina, Didik HP, Djoko Harijanto, Hence Virgorina, dan Hendy Prayudi,.
Selain itu juga ada Lukman Gimen, Nana Murti, Pakdhe Mahbetj, Pingki Ayako, Pudji Koestiawan, Sherine Aprilia, Slamet Budiono, Sugeng Lanang, Syamdhuro, dan Yoes Wibowo.
Budi mengatakan bahwa Kolcai ini untuk melestarikan seni lukis cat air yang sekarang telah didominasi cat minyak dan akrilik dalam dunia seni rupa.
“Karena cat air sering kali dianggap medium yang ringkih dan kurang bergengsi,” ujar Budi.
Namun, kelebihan cat air tidak ada di media cat lain seperti melalui transparansi dan teknik yang khas, cat air justru mampu menyampaikan kehalusan emosi, kepekaan detail, hingga ledakan ekspresi yang tak kalah dengan medium lain.
“Dengan kekuatan visual yang lembut namun tajam, cat air di tangan para seniman Kolcai menjadi medium untuk merefleksikan, menyentuh, bahkan menggugah batin,” jelasnya.
Bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya, ini adalah kesempatan langka untuk menikmati karya-karya cat air dalam skala besa, melihat bagaimana seniman menyulam warna menjadi kisah, menyusun bentuk menjadi gagasan.
Reporter : Alus Tri

