Tuesday, February 10, 2026

BIJB Kertajati Makin Merugi, DRPD Jabar Desak Pemprov Segera Cari Investor

Bandung, Nawacita.co – Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Muhammad Romli mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar agar segera mencari pemodal atau investor untuk segera memulihkan kondisi BIJB Kertajati yang kini makin merugi.

Romli menyebut, kondisi BIJB Kertajati saat ini semakin merugi dengan minimnya jumlah penerbangan, rute dan maskapai yang ada di dalamnya.

Sementara modal yang telah dikeluarkan Pemprov Jabar untuk membangun BIJB Kertajati sekitar 1,7 triliun. Terlebih BIJB Kertajati sendiri masih secara penuh di bawah naungan Pemprov Jabar dan tidak memiliki pemodal atau investor dari luar.

- Advertisement -

“Kertajati ini beroperasi dengan kondisi yang merugi, karena apa, karena masyarakat yang melakukan penerbangannya tidak ada. Sehingga jadwal penerbangan juga sedikit. Maka kemudian ke depan dengan Pak Gubernur mempunyai komitmen, karena bagaimanapun kan kita juga berkomitmen. Iya. Ini kan sudah triliunan uang yang masuk ke situ,” terang Romli saat dikonfirmasi, Jumat (25/4/2025).

Hal itu menjadi sorotan, sebab triliunan modal yang telah dikeluarkan Pemprov Jabar dinilai sia-sia karena BIJB Kertajati yang merugi. Romli mendesak agar PT BIJB (Perseroda) diubah menjadi perusahaan terbuka.

Hal itu dilakukan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jabar itu bisa melepas saham dan mencari pemodal unik biaya pemulihan BIJB dari kerugian.

“Maka kemudian jangan sampai kita menjadi abai terhadap dana masyarakat, dana rakyat Jawa Barat yang sudah diinvestasikan. Sejauh ini adakah unsur pemodal yang sudah menyatakan ingin membeli saham. Misalkan BIJB, ada yang ingin menambah sahamnya ke BIJB atau menanamkan modalnya di BIJB,” jelasnya.

Baca Juga: Perkuat Industri Penerbangan, Menhub Dukung Pengembangan MRO dan Aerospace Park BIJB Kertajati

Romli juga menyoroti proses rencana tersebut yang hingga saat ini belum juga rampung. Walaupun menurutnya, proses pencarian investor serta perubahan status perusahaan menjadi TBK memang tidak mudah. Banyak proses administrasi, komunikasi serta hal lain-lainnya yang perlu ditempuh.

“Nah, maka kemudian proses ini lah yang sekarang kenapa belum berkembang, kita hanya omon-omon dan sebagainya. Ini dalam proses kesana, karena tidak semerta-merta. Ada administrasinya, ada komunikasi dan sebagainya. Memang butuh regulasi. Karena ketika kita melakukan dorongan tidak semerta merta, ada mekanismenya,” katanya.

“Inilah fungsi komunikasi yang sekarang sedang dibangun oleh Pak Gubernur, dan didorong juga oleh kita DPRD tentunya mendorong supaya ini cepat,” tambah Romli.

Hal-hal di atas menurut Romli perlu segera dilakukan, mengingat dana yang dikeluarkan Pemprov untuk memodali BIJB Kertajati sendiri merupakan dana dari masyarakat Jawa Barat. Terlebih BIJB Kertajati sendiri dibangun untuk memenuhi ekspektasi masyarakat Jawa Barat.

“Kertajati itu memang dibangun, memenuhi ekspektasi masyarakat, terutama wilayah Priangan Raya dan sekitarnya. Maka pelayanan kepada masyarakat yang walaupun memang sampai saat ini ekspektasi tidak selaras dengan keinginan masyarakat melakukan penerbangan melalui Kertajati,” paparnya.

“Maka kemudian langkah yang ingin kita dorong oleh komisi itu juga Pak Gubernur itu selalas bahwa kita akan memajukan apa namanya Kertajati itu yang sesuai dengan harapan dengan cerita-cerita awal,” tambah Romli.

Ia menegaskan bahwa BIJB Kertajati harus segera kembali ramai dengan aktivitas penerbangan. Sebab, hal itu merupakan bentuk pengendalian psikologi masyarakat agar tertarik untuk melakukan penerbangan melalui BIJB Kertajati.

“Masyarakat melihatnya begitu, kalau ini ramai, otomatikli, masyarakat bakal ikutan ngeramein. Kalau sepi masyarakat juga ikut menyepikan karena dianggap tidak berfungsi. Ini yang kita ingin dorong, memulainya,” tandas Romli.

Reporter : Niko

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru