Thursday, July 18, 2024
HomeBUMNEkonomi dan BisnisKemendag: Aplikasi Temu Asal China Belum Punya Izin Operasi di Indonesia

Kemendag: Aplikasi Temu Asal China Belum Punya Izin Operasi di Indonesia

Kemendag: Aplikasi Temu Asal China Belum Punya Izin Operasi di Indonesia

Jakarta, Nawacita | Kemendag mengatakan bahwa aplikasi belanja online asal China, Temu, belum mempunyai izin beroperasi di Indonesia.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim mengatakan ia mendengar dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bahwa aplikasi tersebut belum mengajukan pendaftaran.

“Sampai sekarang belum ada izinnya. Kita akan pantau terus secara intens,” katanya di Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024).

aplikasi temu
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim

Ia menjelaskan Temu menjalankan model bisnis penjualan produk langsung dari pabrik ke konsumen atau factory to consumer (F to C). Model bisnis itu katanya bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan.

“Factory to consumer tidak cocok dengan kebijakan di Indonesia. Jadi setiap kegiatan dari factory ke konsumer harus ada perantaranya, harus ada distributor. Jadi tidak bisa dari pabrik ke consumer,” katanya.

Sebelumnya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan ada aplikasi digital yang mengancam UMKM Tanah Air. Bahkan, dampaknya lebih berbahaya dari Tiktok Shop.

Menurutnya, aplikasi digital itu adalah yang bisa memfasilitasi perdagangan cross border atau dari luar negeri yang sangat mengancam produk UMKM.

Baca Juga: Mendag Beri Sinyal Harga Minyakita Naik Usai Idul Adha

“Ini yang saya khawatir ada satu lagi satu aplikasi digital, cross border yang saya kira akan masuk ke kita dan ini lebih dahsyat dari Tiktok (shop),” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (10/6/2024).

Di tengah kekhawatiran tersebut, ada aplikasi digital yang kemungkinan tetap bisa meloloskan seluruh produk impor China masuk ke Indonesia. Namanya aplikasinya adalah Temu dan berasal dari China.

Pasalnya, aplikasi ini langsung menghubungkan produk-produk dari pabrik kepada pembeli. Tak lagi ada reseller, affiliator dan pihak ketiga dalam rantai pasok yang akan mengancam UMKM dalam negeri. cnn

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru