Kukuhkan 8 Guru Besar, Rektor UNESA Targetkan Tahun Depan Minimal 30 Gubes
Surabaya, Nawacita – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kembali Rapat Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar, di Gedung Rektorat UNESA, Rabu, 27 September 2023. Kali ini, ada 8 dosen yang dikukuhkan Rektor UNESA Prof. Hasan menjadi Guru Besar.
Mereka adalah Prof. Dr. Drs. Muhaji, S.T., M.T. menjadi guru besar dalam bidang Teknologi Pembakaran dan Bahan Bakar; Prof. Dr. I. Made Arsana, S.Pd., M.T. menjadi guru besar dalam bidang Perpindahan Panas; Prof. Dr. Agus Wiyono, S.Pd. menjadi guru besar bidang Pemetaan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Potensi Wilayah; Prof. Dr. Rita Ismawati, S.Pd., M.Kes. menjadi guru besar bidang Pengembangan Produk Pangan Fungsional.
Kemudian Prof. Dr. I. Kentut Atmaja Johny Artha, M. Kes menjadi guru besar dalam bidang Pembelajaran Orang Dewasa; Prof. Dr. Imam Marsudi, M.Si. menjadi guru besar bidang kepelatihan olahraga; Prof. Dr. Tri Wrahatnolo, M.Pd menjadi guru besar bidang Pendidikan Vokasi Teknik Elektro; dan terakhir Prof. Dr. Mutimmatul Faidah, M.Ag. menjadi guru besar dalam Ilmu Keislaman bidang Tata Rias.
Ini adalah kali kedua UNESA menggelar Pengukuhan Guru Besar setelah sebelumnya mengukuhkan 7 Guru Besar pada Rabu, 20 September 2023 lalu. Total sudah ada 15 guru besar yang dikukuhkan Rektor UNESA dalam satu bulan ini.
Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes merasa bangga atas capaian-capaian segenap civitas akademika. Cak Hasan menuturkan banyaknya Guru Besar yang dimiliki UNESA bantu mendekatkan UNESA mencapai mimpinya.
“Harapannya dengan ketambahan 8 lagi guru besar, maka kajian, temuan, penulisan artikel terindeks Scopus. Sehingga makin menguatkan UNESA untuk lebih dekat dengan mimpi UNESA menjadi 500 Top Universitas dunia kedepannya,” ujar Rektor UNESA saat ditemui awak media usai mengukuhkan 8 Guru Besar, Rabu, 27 September 2023.
Rektor UNESA itu juga mengimbau para guru besar yang baru saja dikukuhkan untuk dapat mengimplementasikan temuannya di masyarakat. Ia mengingatkan Implementasi karya-karya seorang Guru Besar tidak boleh hanya sebagai menara gading.
“Tidak boleh hanya di kampus. Tapi nanti juga akan terjun di masyarakat sebagai profesor di desa, membantu kegiatan UMKM untuk peningkatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bisa menuntaskan masalah-masalah sosial. Bisa memberikan edukasi kepada mereka berdasarkan kajian-kajian yang telah dilakukan,” ucap Rektor yang akrab di sapa Cak Hasan ini.
Kendati demikian, Rektor UNESA memberikan target kepada segenap Dosen. Cak Hasan menargetkan setidaknya lebih dari 30 Guru Besar dapat dikukuhkan di tahun depan. Ia juga menuturkan telah menyusun langkah – langkah konkret untuk merealisasikan target yang dibuat.
“Itu udah kita petakan dan by design. Mereka yang sudah mendekati untuk bisa menempuh Guru Besarnya, akan kita beri edukasi, kemudian kita dampingi,” ujarnya.
Cak Hasan juga mengatakan ideal guru besar di suatu Perguruan Tinggi untuk bisa dikatakan istimewa. “Paling tidak dari seluruh jumlah dosennya, 20 – 30%. Itu baru istimewa,” tandasnya.
UNESA sendiri menurut Bapak Rektor, telah memiliki sejumlah ahli terkait agenda percepatan untuk mencapai gelar guru besar dengan karya masing-masing dosen. (Via)

