Jelang Hari Raya Idul Adha, Pemkab Mojokerto Bakal Awasi Ketat Hewan Ternak Karena Kasus LSD Masih Tinggi
Mojokerto, Nawacita – Menjelang Hari Raya Idul Adha, pengawasan hewan ternak sapi dan kambing akan diperketat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, menyusul dengan merabaknya kasus penyakit lumpy skin disease (LSD) atau kulit berbenjol.
“Kami sari pihak dinas akan terus memperketat pengawasan terhadap hewan ternak menjelang hari raya Idul Adha, meski hari raya Idul Adha jatuh bulan enam namun upaya untuk mencegah tetap akan dilakukan,” terang Plt Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disperta Kabupaten Mojokerto, drh Tutik Surjaningdyah, Senin (22/5/2023).
Tutik mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pihaknya, seperti menghimbau kepada pemilik hewan ternak untuk selalu menjaga kesehatan sapi dan selalu membersihkan lingkungan kandang.
“Faktor yang menyebabkan penyakit LSD biasanya dari lalat, maka gunakanlah obat pembasmi lalat atau serangga sejenisnya untuk meminimalisir jumlah lalat dan nyamuk di sekitarnya,” ucapnya.
Baca Juga : Dibagi Tiga Kloter, CJH Kabupaten Mojokerto Berangkat 17 Juni
Sebelumnya Disperta Kabupaten Mojokerto, mencatat sebanyak 596 ekor hewan ternak sapi terpapar penyakit LSD atau penyakit kulit berbenjol pada hewan ternak sapi di daerah ini.
“Dari bulan Maret Sampai Mei saat ini untuk hewan ternak sapi yang terpapar LSD ada 596 ekor dari 18 Kecamatan di Kabupaten Mojokerto yang sudah terlapor,” katanya.
Berdasarkan data yang terlaporkan, hanya kecamatan Mojoanyar yang nihil, jadi hanya 1 kecamatan yang belum mengalami penularan virus LSD.
“Penemuan kasus penyakit LSD pada hewan ternak tersebut berada di 17 kecamatan yakni, Kecamatan Pacet, Trawas, Gondang, Ngoro, Kutorejo, Dlanggu, Sooko, Puri, Bangsal, Gedeg, Kemlagi, Dawarblandong, Jetis, Trowulan, Jatirejo, Pungging, Mojosari. Sedangkan untuk Mojoanyar nihil kasus LSD, yang artinya dari 18 Kecamatan di Kabupaten Mojokerto hanya 17 Kecamatan yang mengalami LSD,” ungkapnya.
Sebelumnya, pihaknya juga sudah melakukan upaya seperti, edukasi ke peternak dan sosialisasi terkait mengantisipasi merebaknya LSD di Kabupaten Mojokerto.
Baca Juga : Hadiri Ulang Tahun Komunitas Terong Gongsong ke 14 di Mojokerto, Mensos Puji Produk UMKM Karya Santri
“Macam-macam edukasi di berikan kepada peternak, seperti dengan livret brosur yang dibagikan kepada para peternak serta pelaku usaha,” ujarnya.
Untuk penanganan pertama dalam mengobati hewan yang terjangkit LSD ini, pihaknya telah memberikan suntikan vitamin kekebalan tubuh bagi sapi yang menderita penyakit cacar tersebut.
“Pemberian desinfektan dan penyemprotan ke kandang-kandang hewan ternak dan sudah melakukan Vaksinasi LSD di beberapa titik menyesuaikan alokasi vaksin yang sudah diterima,” tandasnya.
Dn


