Lumajang, Nawacita – Kementerian Sosial merespon cepat permohonan warga yang membutuhkan bantuan pangan di lokasi pengungsian erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dengan mendirikan dapur umum dibeberapa titik posko-posko bantuan.
“Semua bantuan permakanan menggunakan dan ditopong oleh APBN yang diperuntukkan bagi pengungsi dan warga yang terdampak bencana, ” kata Sekretaris Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Robben Rico di lapangan Tirtosari, Dapur Umum Ds Penanggal, Kec. Candipuro, Rabu (8/12/2021).
Lebih lanjut, Robben menegaskan, kemensos akan memberikan bantuan makanan terhadap semua pengunhsi yang terdampak letusan Gunung Semeru. Baik pengungsi yang berada di rumah keluarga maupun di sekolah.
“Tidak betul kalau ada warga minta bantuan permakanan tidak dikasih, misalnya, untuk di Desa Sumber Wuluh 7.800 bungkus nasi dan Desa Jarit 2000 bungkus dalam sehari dan tentu yang sudah terdaftar, ” tegas Robben.
Selain itu, ia mengatakan bagi warga yang sudah terdata dipastikan akan dikirimkan makanan. Namun, bagi komunitas warga yang meminta di luar yang sudah didata pihaknya juga akan memberikan makanan.
“Misalnya ada komunitas warga yang meminta permakanan 20 bungkus nasi tentu saja diberikan dan yang seperti ini datanya tidak tetap setiap harinya tidak sama. Artinya bisa naik-turun,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Robben menyempatkan diri untuk meninjau langsung tenda-tenda yang didirikan oleh Kemensos. Diantaranya terdapat tenda-tenda untuk warga yang terdampak.
Dan tenda yang diperuntukan untuk dapur umum yang dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Ia juga menemani pendongeng bagi anak-anak untuk proses menghilangkan trauma pasca erupsi Gunung Semeru.
Penulis: Alma Fikhasari

