Beri Perhatian Khusus, Mensos Risma Turun Langsung Pantau Perkembangan Psikologis Anak Korban Pelecehan di Malang

0
146
Kepala UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak Bima Sakti Kota Batu Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Yusmanu

Malang, Nawacita – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi HN, bocah korban kekerasan dan pelecehan seksual di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (UPT PPSPA) Batu, Jawa Timur, Minggu (28/11).

Pantauan nawacita.co di lapangan, Risma tiba di UPT PPSPA pukul 20.30 WIB dan langsung menuju ruangan untuk bertemu dengan HN beserta keluarga.

Kepala UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak Bima Sakti Kota Batu Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Yusmanu menyampaikan, saat Risma bertemu langsung dengan HN, kondisi HN sudah semakin membaik. Ia disebut sudah bisa tersenyum kembali, meski hingga saat ini, HN belum memberanikan diri bertemu dengan banyak orang.

“Jadi kondisi anak saat ini baik, tapi jangan banyak orang dulu, tadi sebelum ke sini masih labil. Yang jelas kondisi sudah membaik mulai tersenyum ada ibu nya ada adiknya ada ayahnya sambung ya di sini (UPT PPSPA) semua,” kata Yusmanu.

Lebih lanjut, untuk pemulihan trauma HN, Yusmanu mengatakan pihaknya akan menyediakan psikolog dan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos). Ia menyebut, UPT PPSPA akan mendampingi hingga kondisi psikologis HN pulih kembali.

“Trauma healing teman-teman sini yang pegang, tidak usah banyak orang ya ada psikolog, ada peksos, dikerjakan teman-teman itu semua,” ucapnya.
Untuk memberikan semangat agar HN bangkit kembali, Risma memberikan satu laptop dan seragam sekolah dan buku-buku inspiratif.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit anak yang memerlukan perlindungan khusus Direktorat Anak Kementerian Sosial Agung Suhartoyo, mengatakan Mensos Risma terus memberikan semangat kepada HN agar dia bangkit dan ceria kembali.

“Intruksi Mensos sudah dari awal, yaitu memberikan perhatian penuh dengan kasus ini, di sisi lain Kemensos punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa anak tersebut kembali normal,” kata Agung.

Selain itu, Ia menegaskan, saat fokus Kementerian Sosial dalam kasus ini yakni pemulihan psikologis HN. Sehingga HN kembali normal dan diterima oleh masyarakat.

“Apakah lewat rehabilitasi atau apapun yanh penting anak itu membaik dan diterima oleh masyarakat serta anak bisa belajar dan tumbuh kembang baik,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY