Kolaborasi Kemensos dan Kemendikbudristek Atasi Kemiskinan

0
302
Menteri Sosial, Tri Rismaharini.

Jakarta, Nawacita – Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengumumkan terkait Program Pejuang Muda Kampus Merdeka yang merupakan program untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia. Program ini berkolaborasi dengan database yang dimiliki Kementerian Sosial RI.

Menteri Sosial Tri Rismaharini, mengatakan Program tersebut akan melibatkan para mahasiswa dari berbagai program studi dengan memberi perkuliahan 20 sks untuk satu semester, agar mereka mendapatkan pengalaman di lapangan.

“Kami mengambil pola ide daripada pejuang muda adalah bagaimana melahirkan para mahasiswa yang secara detail bisa memahami bagaimana kemiskinan itu terjadi dan bagaimana menyelesaikannya dengan mencari akar masalah itu,” kata Risma, dalam diskusi virtual, Jumat (17/9/2021).

Lebih lanjut, Risma memaparkan, mahasiswa nantinya akan diberi denah untuk menyiapkan program-program dengan tokoh adat masyarakat hingga diajarkan untuk menggunakan digital campaign guna mencari dukungan sosial, baik dukungan dana dan sebagainya melalui izin Kemensos dan Kemendikbudristek.

“mahasiswa diharapkan bisa turun langsung ke daerah yang membutuhkan bantuan dengan belajar bagaimana memahami tentang kondisi masyarakat setempat, baik meliputi apa yang terjadi, penyebab kemiskinan, kemudian bagaimana itu bisa terjadi dan kemudian sekaligus bagaimaan memecahkan masalah dan merancang program di daerah itu,” paparnya.

Dalam Program Pejuang Muda Kampus Merdeka terdapat 5 program utama yakni pemetaan masalah, identifikasi solusi, formulasi terbaik, merencanakan sumber daya, dan mengarahkan peran serta masyarakat.

“Yang utama adalah lokasinya di daerah pasca bencana, kita tahu kalau bencana terjadi seluruh resource di masyarakat habis semua. Meskipun bencana yang tidak melibatkan korban kematian misalkan banjir, mereka biasanya langsung terkuras sehingga kita harus tahu bagaimana penyelesaian kultural dan teknis da  mungkin konsep yang akan dibuat oleh mahasiswa,” jelas Mantan Wali Kota Surabaya itu.

Politikus Partai PDIP ini, menyebut pihaknya telah memetakan sebanyak 514 kabupaten/kota yang dapat dipilih oleh mahasiswa untuk menjalankan program tersebut. Selain itu, mahasiswa juga akan diberikan fasilitas untuk menunjang proses program yang akan mereka jalankan di daerahnya nanti.

“Sementara yang kita siapkan ada 514 kab/kota dan itu masing kab/kota 10. Kemudian programnya adalah pertama meliputi pengenalan program, untuk tim base project, laporan dan pengukuran dampak yang harus dipresentasikan ke tim mentor,” ujarnya.

“Proses rekrutmen nanti kita akan paparakan tapi yang jelas minimal semester 5 IPK minimal 2,75. Dan para mahasiswa akan diberikan dana untuk transportasi dan operasional serta experience kalau ingin membuat project dan biaya untuk pertemuan, kita akan fasilitas untuk itu,” tambah Risma.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY