Turun ke Level 3, Jabodetabek Boleh Laksanakan Sekolah Tatap Muka

0
130

Jakarta, Nawacita – Pemerintah mengumumkan bagi wilayah aglomerasi Jabodetabek yang saat ini sudah turun menjadi level 3 diizinkan untuk melakukan sekolah kegiatan belajar tatap muka dengan kapasitas maksimal 50%.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali.

“Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen),” demikian isi Diktum Kelima huruf a, Selasa (24/08/2021).

Selain Jabodetabek, kebijakan ini juga berlaku untuk wilayah Bandung Raya, Semarang Raya, dan Surabaya Raya. Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 24-30 Agustus 2021.

Namun, Aturan soal kapasitas belajar tatap muka diberlakukan berbeda pada dua kelompok lembaga pendidikan ini. Diantaranya:

  1. SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62% sampai dengan 100% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas; dan
  2. PAUD maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meminta agar sekolah tatap muka segera dilaksanakan. Hal itu mengingat banyaknya kasus anak putus sekolah, ketinggalan pembelajaran atau learning loss, juga terdampaknya psikologis anak-anak akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Dari tahun kemarin saya dan tim kemendikbud ristek posisinya sudah jelas, secepat dan seaman mungkin semua anak harus balik ke sekolah,” kata Nadiem dalam rapat  kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (23/08/2021).

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY