Anggota Komisi XI DPR RI Desak Menkeu Sri Mulyani Tarik Pemberlakuan PPN Sembako dan Pendidikan

0
93
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun.

Jakarta, Nawacita – Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun meminta kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menarik atau merevisi perihal wacana pemerintah mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk komoditas sembako melalui Revisi Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP).

Sebab, dengan adanya wacana yang sudah berkembang, polemik yang sudah ada, akan membuat gaduh ditengah masyarakat.

“Semua partai yang menjadi pendukung pemerintah sudah menyuarakan penolakan. Lebih baik Menkeu Sri Mulyani menarik atau merevisi ulang draf yang ada di pemerintah. supaya jangan sampai penolakannya itu memberikan implikasi politik yang luas,” kata Misbakhun, saat diwawancarai di Nusantara III DPR RI, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Politisi Partai Golkar itu menyampaikan jika seluruh anggota Komisi XI DPR RI menyatakan penolakan terhadap wacana tersebut. Menurutnya menambah objek baru dan menaikkan tarif ini perkara yang sangat sensitif.

“Karena 95 bahkan 99 persen rakyat Indonesia itu makannya nasi yang bersumber dari beras. Yang selama ini harga berasnya dijaga oleh pemerintah, harga gabannya dijaga pemerintah, nilai tukar petani dijaga kok tiba-tiba dimasukkan faktor pajak yang selama ini sudah kita kecualikan. Ini menurut saya lebih baik pemerintah memikirkan ulang rencana ini,” paparnya.

“Dan kami (Komisi XI DPR RI) menolak, mayoritas menolak,” tambahnya.

Terkait kebocoran draf penerapan PPN itu, ia menjelaskan bahwa kesalahan bukanlah dari pihak DPR. Karena draf yang diterima oleh DPR atau pimpinan DPR berupa hardcopy resmi pemerintah.

“Draf masuk ke DPR atau masuk ke pimpinan, itu supres berbentuk hardcopy. yang beredarkan PDF file, PDF file ini siapa yang megang? Kalau biasanya masuk ke DPR itu dibacakan adalah draf resmi pemerintah dan masing-masing halaman ada parafnya, tercetak. Yang pasti Pak Sufmi Dasco menyatakan belum sampai,” pungkasnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY