Bawaslu Surabaya Terima Laporan Terkait Acara Sosialisasi Armuji

0
201

Surabaya, Nawacita – Sosialisasi yang digelar oleh masyarakat terkait dukungan kepada Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Surabaya 2009-2014 Armuji agar berpasangan di Pilwali Surabaya ternyata menjadi sorotan Bawaslu.

Ketua Bawaslu Kota Surabaya Agil Akbar mengatakan jika pihaknya menerima laporan terkait kegiatan tersebut. Diduga, salah satu sebabnya adalah posisi Eri yang merupakan ASN dan juga peserta sosialisasi yang merupakan kader Bumantik binaan Pemkot Surabaya.

Sebagai informasi, di acara itu, Eri Cahyadi tak nampak hadir di lokasi meskipun nama dan gambarnya ada di dalam spanduk. Hanya sosok Armuji saja yang berada di tengah-tengah masyarakat yang hadir.

“Ada laporan masuk dari Panwascan Gubeng (terkait acara itu). Salah satu komisioner Bawasli, Pak Dayat, juga ada di lokasi saat itu,” ujar Agil, Selasa (21/1/2020).

Langkah lebih lanjut pun, menurut Agil akan segera diambil olehnya dan jajaran. “Akan segera kita plenokan. Paling cepat Kamis nanti kita plenokan lalu kita proses. Nanti lah kita beri perkembangannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, meski genjar disebut bakal menjadi pasangan Cawali-Cawawali, hingga kini Eri Cahyadi-Armuji belum mendapatkan rekomendasi dari partai manapun. Meski demikian, dalam berbagai kesempatan Armuji memastikan diri optimis mendapatkan rekom dari PDIP sebagai partai tempatnya bernaung selama bertahun-tahun.

Menanggapi aduan yang ada Armuji mengaku tak gentar. Bahkan, Ia pun memastikan diri siap apabila dipanggil Bawaslu.

“Biarin dilaporkan. Kalau nanti dipanggil ya saya datang. Itu kan orang-orang yang iri saja. Mana ada pelanggaran, kan belum masa kampanye,” ujar Armuji ketika dikonfirmasi.

Terkait acara yang menjadi masalah itu pun, Armuji menegaskan jika hal itu merupakan inisiatif dari masyarakat yang menginginkan dirinya maju untuk mendampingi sosok Eri Cahyadi.

“Jadi, acara tadi ini merupakan dorongan dari masyarakat. Keinginan masyarakat. Alasannya apa? Kalau Pak Eri ini dianggap yang paling mengerti dan paham bagaimana melanjutkan pembangunan Surabaya. Karena selama ini kan selalu mengikuti Bu Risma. Jenjang karirnya pun hampir sama. Dari Pertamanan, ke Cipta Karya, lalu sekarang di Bappeko. Kan sama itu dengan Bu Risma. Kalau saya, karena dianggap politikus kerakyatan,” ujar Armuji, Senin (20/1/2020).

“Yang penting kan disini saya yang hadir, bukan Pak Eri. Karena Beliau ini kan Birokrat, ASN,” lanjut pria yang pernah menjabat di DPRD Kota Surabaya selama 4 periode ini.

Infosby

LEAVE A REPLY