8. “Purple Haze” – The Jimi Hendrix Experience
Jimi Hendrix merupakan seorang virtuoso gitar dari Amerika yang beraksi pada era 60-70an. Sebagai seorang gitaris, Hendrix menampilkan permainan gitar yang berbeda. Memadukan blues, rock, serta psikadelik—Hendrix menjadi seorang gitaris handal yang nama dan karyanya terus relevan hingga dewasa ini. Merujuk inspirasi dari musik rock n’ roll Amerika dan blues electronic, ia menciptakan grup musiknya sendiri, The Jimi Hendrix Experience. Namun sangat disayangkan, kepergiannya yang mendadak pada umur ke-27 mengguncang kancah musik internasional dan juga dunia.
Sebagai salah satu gerakan utama dalam menyuntikan musik-musik psikadelik rock kepada dunia, “Purple Haze” merupakan sebuah lagu yang menjadi pilar utama sound tersebut. Dimajukan sebagai salah satu lagu-lagu awal yang memperkenalkan suara psikadelik dari petikan-petikan dan chord gitar milik Hendrix, lagu ini menyematkan permainan gitar yang baru—menjadikannya salah satu lagu paling berpengaruh terhadap perkembangan musik rock ke depannya. Direkam sebagai single kedua dari album pertama The Jimi Hendrix Experience, lagu ini turut menggandeng banyak posisi atas dalam daftar-daftar lagu rock dengan permainan gitar terbaik.
Baca Juga: Daftar Rocker Dengan Gelar Doktor, Ada yang Lulus Cum Laude
9. “Lucy in the Sky with Diamonds” – The Beatles
Sebagai salah satu grup musik paling tersohor di dunia, The Beatles tentu tidak memerlukan perkenalan yang panjang-panjang. John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr; lima remaja dari Inggris ini telah menggemparkan dunia dengan alunan musik yang menembus batasan-batasan. Seiring berjalannya waktu, musik mereka pun mendewasa—mulai mengeksplorasi kawasan-kawasan lain yang kemudian membuatnya menjadi supergroup yang namanya sudah tidak bisa diganggu gugat sebagai salah satu band terbesar di dunia.
“Lucy in the Sky with Diamonds” merupakan sebuah lagu yang ditelurkan oleh The Beatles melalui album tahun 1967 mereka, Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band. Meski dituduh sebagai sebuah lagu yang menyinggung narkoba, Lennon sebagai penulis utama dari lagu tersebut menolaknya. Lagu ini menjadi trek yang—sama halnya dengan “Purple Haze” milik Hendrix—merupakan garda depan musik-musik psikedelik pada eranya. Lagu ini disanjung, berserta dengan keseluruhan albumnya, disanjung sebagai sebuah musik yang dapat benar-benar menangkap pergerakan anak muda dan ke mana arah mereka berjalan.
10. “Stairway to Heaven” – Led Zeppelin
Kuartet legendaris asal Inggris ini terdiri dari musisi-musisi yang memang handal dalam perannya masing-masing. Digawangi oleh Jimmy Page, Robert Plant, John Paul Jones, dan John Bonham; Led Zeppelin berkuasa selama 1 dekade, dari akhir 60-an hingga kematian sang drummer, Bonham, pada tahun 1980 akibat alkohol. Sepanjang kariernya, Led Zeppelin telah melepas sejumlah delapan keping album yang masing-masing memiliki tempatnya sendiri dalam sejarah musik rock. Band rock legendaris ini memetik inspirasinya dari musik rock, psicodelia, dan folk. Mereka juga menjadi acuan dan pengaruh besar bagi musik heavy metal dan keberlangsungan genre rock hingga sekarang.
“Stairway to Heaven” merupakan sebuah lagu megah yang diciptakan oleh Led Zeppelin pada album keempat mereka, Led Zeppelin IV. Seringkali dinyatakan sebagai lagu rock terbaik di dunia, lagu ini dibagi menjadi tiga bagian, yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Lagu yang masuk ke dalam pengelompokan progresif rock, folk rock, dan hard rock ini berkisar sepanjang delapan menit ini memaparkan para pendengar dengan sound rock yang berkualitas dan megah, menyajikan build-up apik hingga sampai pada penghujung trek legendaris tersebut.
smnws.











