Prabowo: Korupsi Stadium 4, Moeldoko Sebut Bukan Semua Diurus Pusat

0
366
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Jakarta, Nawacita – Calon presiden Prabowo Subianto menyebut kasus korupsi yang terjadi di Indonesia sudah seperti kanker stadium 4. Pihak Istana menyebut kasus korupsi marak di tingkat daerah atau legislatif.

“Ya kan kita bisa lihat, korupsi ada di mana sih sekarang? Korupsi ada di pemerintahan daerah, kan begitu. Nah, relatif korupsi yang di kementerian kan nggak ada. Nggak ada maksudnya nggak seperti yang ditunjukkan para bupati dan seterusnya,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Moeldoko berpendapat tidak semua kasus korupsi terjadi di tingkat pusat (kementerian/lembaga).

“Pertanyaannya, apakah itu terus dikaitkan dengan konteks otonomi seperti sekarang ini, itu kan pemegang otoritas para kepala daerah itu. Begitu. Jadi bukan berarti semua diurusi pusat. Kan begitu. Ini konteksnya berbeda,” katanya.

Karena itu, tidak semua kasus korupsi dialamatkan langsung kepada Presiden Joko Widodo. Justru, kata Moeldoko, rata-rata korupsi terjadi di DPR serta level perkotaan atau kabupaten.

“Jadi indikatornya kalau kementerian banyak itu, presiden bisa dilihat ada sebuah yang salah dalam leadership. Tapi yang terjadi rata-rata di DPR, kabupaten, wali kota, nggak ada masalah. Ngerti ya? Jadi nggak langsung, oh ini presiden. Nggak,” ucap Moeldoko.

Sebelumnya, Prabowo menyebut Indonesia sudah masuk darurat korupsi. Alasannya, dari pejabat negara kalangan anggota Dewan dan menteri hingga hakim tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Isu utama di Indonesia sekarang adalah maraknya korupsi, yang menurut saya sudah seperti kanker stadium empat,” ujar Prabowo dalam acara ‘The World in 2019 Gala Dinner’ di Hotel Grand Hyatt Singapura, Selasa (27/12).

Akibat maraknya korupsi, Prabowo mengatakan angka kemiskinan rakyat Indonesia meningkat, sedangkan para elitenya justru hidup berkecukupan. Bahkan, menurutnya, para elite di Indonesia selalu mengatakan apa yang terjadi di masyarakat baik-baik saja, khususnya terkait kesenjangan sosial.

“Para elite mereka berpikir bisa membeli semuanya. Rakyat Indonesia miskin, maka kita berikan saja beberapa karung nasi dan mereka akan memilih saya, saya akan membeli atau menyuap semua orang,” kata Prabowo.

dtk

LEAVE A REPLY