Warga Bangkalan Serbu Pasar Murah, Khofifah Jaga Harga dan Daya Beli Masyarakat

BANGKALAN, nawacita – Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di depan Perumahan Grand Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7/2026). Sejak pagi, ratusan warga, didominasi ibu rumah tangga, memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir langsung meninjau pelaksanaan pasar murah mengatakan, program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.

“Yang kami jaga bukan hanya stabilitas harga, tetapi juga ketenangan masyarakat. Ketika kebutuhan pokok bisa dibeli dengan harga yang lebih murah, maka ada ruang bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Di situlah pemerintah harus hadir,” ujar Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyapa warga yang mengantre serta menyerahkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada para lanjut usia. Sementara anak-anak yang datang bersama orang tuanya menerima bingkisan telur sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi sejak dini.

Menurut Khofifah, penyelenggaraan pasar murah merupakan bagian dari sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia dan mudah dijangkau masyarakat.

“Yang prinsip adalah bagaimana Pemprov bersinergi dengan kabupaten/kota melakukan ikhtiar stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Ini merupakan program bersama yang saling menguatkan demi menjaga kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, pasar murah juga dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Khofifah menjelaskan, setiap pelaksanaan pasar murah selalu melibatkan produk-produk UMKM lokal melalui koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten/kota. Produk yang dinilai memenuhi standar kualitas berpeluang mengikuti program promosi hingga misi dagang yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Terlihat sederhana, tetapi bagi Pemprov ini juga menjadi bagian dari proses kurasi produk. Karena itu saya selalu mengambil sampling produk UMKM. Kalau produk ini lolos kurasi, maka akan berpeluang diikutsertakan dalam misi dagang,” ungkapnya.

Pada pasar murah di Bangkalan, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Program pasar murah ini menjadi salah satu langkah berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di berbagai daerah.

- Advertisement -
Riko Abdiono
Riko Abdionohttp://rikolennon24.blogspot.com
Penulis adalah Jurnalis sejak 2004 di Harian Surabaya Pagi
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru