Perkuat Upaya Preventif, Sekda Kaltim Dorong Forum Kemitraan BPJS Kesehatan
Samarinda, Nawacita | Sekda Kaltim Sri Wahyuni menegaskan pentingnya memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Tepian II, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (1/7/2026).
Meski pelaksanaannya sempat tertunda, Sri Wahyuni bersyukur forum akhirnya dapat terlaksana sebagai wadah koordinasi antara Pemerintah Provinsi Kaltim, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Sekda Sri Wahyuni mengusulkan forum serupa ke depan turut melibatkan pemerintah kabupaten dan kota se Kaltim, sehingga laporan dan evaluasi pelaksanaan BPJS Kesehatan diketahui secara menyeluruh.
Baca Juga: Wagub Dorong Generasi Kaltim Raih Pendidikan Internasional Lewat Al-Azhar Mesir
“Jadi report dari BPJS Kesehatan tidak hanya diketahui oleh jajaran pemerintah provinsi, tetapi juga jajaran pemerintah kabupaten dan kota, sehingga mereka mengetahui potret pelaksanaan BPJS Kesehatan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Sri juga meminta BPJS Kesehatan menyajikan simulasi data yang lebih rinci hingga tingkat kabupaten/kota, terutama terkait sebaran penyakit berisiko tinggi seperti penyakit jantung, kanker, dan penyakit kronis lainnya.
Menurutnya, data akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah pencegahan yang lebih tepat sasaran melalui kolaborasi dengan rumah sakit daerah dan pemerintah kabupaten/kota.
Baca Juga: Bangun Desa dari Data, Gubernur Kaltim Canangkan Desa Cantik di PPU
“Kita ingin melihat daerah mana yang memiliki kasus penyakit jantung paling banyak. Apakah Balikpapan, Samarinda, atau Berau. Dari situ kita bisa mengetahui penyebabnya, apakah karena pola hidup, konsumsi, atau faktor lainnya, sehingga upaya preventif bisa lebih fokus dan efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah VIII BPJS Kesehatan dr Herman Dinata Mihardja, mengatakan forum memiliki dua agenda utama, yakni mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan agar implementasi Program JKN berjalan optimal dan menjangkau seluruh masyarakat.
Selain itu, forum juga menjadi wadah berbagi informasi mengenai perkembangan Program JKN yang kini telah memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya.
“Secara nasional kepesertaan JKN sudah mencapai 99 persen. Ini merupakan capaian yang sangat luar biasa dan menjadi hasil kerja bersama seluruh pihak,” ungkapnya. kltmprv


