Friday, June 19, 2026

Erick Thohir Dukung Penuh MotoGP Indonesia 2026, Sport Tourism Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Erick Thohir Dukung Penuh MotoGP Indonesia 2026, Sport Tourism Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

JAKARTA, Nawacita – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan kembali digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Oktober mendatang.

Komitmen tersebut disampaikan Menpora saat menghadiri peluncuran resmi rangkaian MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung di Kantor InJourney Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat,. Acara peluncuran ditandai dengan pemukulan gendang beleq, alat musik tradisional khas NTB, sebagai simbol dimulainya rangkaian persiapan ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.

Dalam sesi gelar wicara, Erick Thohir menekankan bahwa MotoGP Indonesia tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat citra Indonesia di mata dunia serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor sport tourism.

“Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia bukan sekadar olahraga, tetapi momentum untuk memperkuat nation branding Indonesia. Memperkuat posisi The Mandalika, Lombok, dan NTB sebagai destinasi sportainment kelas dunia,” ujar Erick pada Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Erick Thohir Resmi Dilantik Jadi Menpora, Apa Kabar PSSI?

Menurut Menpora, penyelenggaraan MotoGP selama beberapa tahun terakhir telah membuktikan kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga internasional yang profesional, berstandar global, dan berkelanjutan. Keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari kualitas penyelenggaraan, tetapi juga dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan daerah tuan rumah.

Berdasarkan data penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2025, jumlah penonton tercatat mencapai 140.324 orang. Ajang tersebut juga menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun. Sementara itu, perputaran ekonomi yang terjadi di NTB sebagai tuan rumah diperkirakan mencapai Rp2 hingga Rp4 triliun.

Tak hanya itu, efek berganda atau multiplier effect yang dihasilkan mencapai dua kali lipat dari nilai ekonomi langsung, dengan melibatkan lebih dari 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta membuka peluang kerja bagi sekitar 3.000 tenaga kerja lokal.

“Pertumbuhan penonton sudah terbukti, dampak ekonomi sudah terbukti, menciptakan talenta juga sudah terbukti. Tinggal bagaimana kita semua bisa terus meningkatkan agar event seperti MotoGP ini benar-benar bisa terus kita sukseskan,” kata Erick.

Perkuat Ekosistem Olahraga Otomotif

Selain memberikan dampak ekonomi, Menpora menilai MotoGP Indonesia juga berperan penting dalam memperkuat ekosistem olahraga otomotif nasional. Kehadiran ajang balap dunia di Indonesia telah menjadi inspirasi bagi klub otomotif, sekolah balap, hingga komunitas motorsport untuk terus berkembang dan mencetak atlet-atlet berprestasi.

Menurut Erick, Indonesia kini mulai memiliki pembalap muda yang mampu bersaing di tingkat internasional, seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama. Kehadiran pembalap nasional tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung MotoGP di Mandalika.

Ia optimistis penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama karena semakin kuatnya keterlibatan talenta lokal dalam kompetisi balap internasional.

“Kita sudah memiliki local heroes yang mampu bersaing di level dunia. Ini menjadi momentum penting untuk membangun kebanggaan nasional sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga otomotif,” ujarnya.

Erick menjelaskan bahwa pengembangan sport tourism dan peningkatan prestasi olahraga saat ini telah menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Karena itu, pemerintah memandang penyelenggaraan event olahraga internasional seperti MotoGP sebagai investasi strategis yang tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat sektor pariwisata nasional.

“Nah, ini kita sudah punya kendaraan besar yang memang dampak ekonominya terus berkembang. Momentum ini jangan sampai tidak kita manfaatkan,” tegasnya.

Menpora juga memastikan Kementerian Pemuda dan Olahraga, khususnya melalui Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, akan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional di Indonesia.

“Insyaaallah saya sebagai Menpora akan menjaga dan mendorong event-event ini terus terlaksana dengan baik. Kami dari Kemenpora sekali lagi sangat senang dan mendukung, dan kalau ada isu apa pun, kami siap membantu,” tegas Erick.

Peluncuran MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan industri olahraga dan pariwisata nasional. Mereka antara lain Direktur Utama InJourney Maya Watono, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, serta Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, pelaku industri olahraga, dan sektor pariwisata dalam memastikan kesuksesan penyelenggaraan MotoGP Indonesia.

Dengan dukungan lintas sektor tersebut, MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan tontonan balap kelas dunia, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional, memperkuat promosi pariwisata Indonesia, serta mengukuhkan Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan di kawasan Asia.

(Kemenpora)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru