Tuesday, June 2, 2026

Rupiah Melemah, BPOM Permudah Industri Farmasi Tekan Harga Obat

Rupiah Melemah, BPOM Permudah Industri Farmasi Tekan Harga Obat

Jakarta, Nawacita | BPOM beri kemudahan untuk merubah kemasan serta fleksibilitas pengadaan bahan baku untuk mengatasi kenaikan harga obat akibat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah.

“Beberapa kebijakan yang dilakukan antara lain mempermudah perubahan kemasan serta memberikan fleksibilitas dalam bahan baku, misalnya memungkinkan perusahaan beralih dari pemasok di satu negara ke pemasok di negara lain. Kebijakan tersebut telah ditetapkan dan diharapkan dapat menekan atau setidaknya menstabilkan harga obat,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar ditemui usai Kick Off Pekan Jamu 2026 di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Taruna mengakui, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS memang mempengaruhi harga bahan baku obat yang sebagian besar bahan bakunya masih impor, sehingga industri farmasi perlu menyesuaikan harga agar bisa tetap bertahan.

Baca Juga: BPOM Bantah Lemahkan Apoteker lewat Aturan Obat di Minimarket

“Terdapat kecenderungan kenaikan harga obat dan hal tersebut sulit dihindari. Bahan baku obat, khususnya obat-obatan kimia, lebih dari 30 persen berasal dari industri petrokimia. Sementara itu, komoditas petrokimia, termasuk bahan bakar dan turunannya, umumnya diperdagangkan menggunakan dolar AS,” ujar dia.

Namun demikian, lanjut dia, BPOM terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar kenaikan harga tidak terlalu tinggi melalui berbagai kemudahan yang diberikan untuk industri farmasi.

“Kenaikan harga akibat penguatan dolar AS, situasi perang yang masih berlangsung, serta kenaikan harga bahan baku memang tidak bisa dipungkiri. Namun, pemerintah berharap kenaikan harga obat tidak terjadi secara ekstrem dan berbagai langkah telah disiapkan untuk mengendalikan dampaknya,” tuturnya. antr

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru